<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3951">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Tinjauan Geografi Budaya Kausnono Dalam Adat Perkawinan Masyarakat  Mollo Di Desa Tutem, Kecamatan Tobu Kabupaten Timor Tengah Selatan]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MANASE YURID BAUN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhammad Husain Hasan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ignasius Suban Angin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Muhammad Husain Hasan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hamza H. Wulakada</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[IX + 84 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis terpolanya fenomena budaya Kausnono dari sudut pandang (perspektif) Geografi Budaya; (2) mengetahui tahapan pelaksanaan upacara ritual Kausnonodi daerah penelitian; (3) mengetahui komponen komunitas masyarakat yang terlibat dalam upacara ritual kausnono pada adat perkawinan masyarakat di daerah penelitian; (4) mengetahui makna dan fungsi upacara ritual kausnono pada adat perkawinan masyarakat di daerah penelitian; dan (5) menganalisis nilai-nilai budaya yang terkadung dalam tradisi kausnono pada adat perkawinan masyarakat di daerah penelitian.
Jenis penelitian ditilik dari tingkat eksplanasinya adalah penelitian deskriptif. Informan ditentukan secara sengaja, berjumlah enam orang, terdiri dari para Amaf, dan tokoh masyarakat. Sumber data berupa sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, menggunakan istrumen pedoman wawancara; dan studi dokumentasi. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif kualitatif interpretatif.
         Hasil penelitian sebagai berikut: (1) dilihat dari sudut pandang geografi budaya,terpolanya fenomena budaya Kausnono karena adanya asosiasi antara komponen lingkungan manusia (fitur sosial budaya), komponen lingkungan fisik, komponen lingkungan hayati, dan aksesibilitas wilayah setempat; (2) tahapan pelaksanaan upacara ritual Kausnono, meliputi tahap persiapan, tahap inti, dan tahap penutup; (3) komponen komunitas masyarakat yang terlibat dalam upacara ritual kausnono pada adat perkawinan masyarakat di daerah penelitian meliputi:Netelanan,  Mnasi Kuan, Para Saksi Perkawinan di Gereja, Aom taum ume nanan, (Mnasi atoni bife,Ma mone ma bife, atoin amaf, Peut Uf - Beun Uf) dan para undangan; (4) makna upacara ritual Kausnono adalah salah satu komponen upacara adat perkawinan normal dari masyarakat Mollo di Desa Tutem yang dilakukan  pada saat atau setelah prosesi perkawinan resmi (adat dan Gereja) untuk mengharmoniskan yang menyirat makna jaringan kekerabatan, yuridis, melindungi dan mengayomi kedua pasangan dengan cara mengubah status marga (kanaf) wanita masuk ke dalam marga (kanaf) laki-laki untuk kebaikan bersama. Fungsi upacara ritual Kausnono adalah: (1) fungsi historis, fungsi spiritual, fungsi membangun system kekerabatan   atau temali kekerabatan.; (5) nilai-nilai budaya yang terkadung dalam tradisi kausnono pada adat perkawinan masyarakat di daerah penelitian: nilai religius, nilai spiritual, nilai filosofis, nilai sosial, nilai gotong royong, nilai kekeluargaan, nilai demokratis nilai edukatif, dan nilai identitas diri (fitur pembeda).</note>
<classification><![CDATA[872.02]]></classification><ministry><![CDATA[87202]]></ministry><studentID><![CDATA[1601100189]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211130]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Geografi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.02 Bau T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="5452" url="" path="/87202-S1-1601100189-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Tinjauan Geografi Budaya Kausnono Dalam Adat Perkawinan Masyarakat  Mollo Di Desa Tutem, Kecamatan Tobu Kabupaten Timor Tengah Selatan]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER-_1601100189-_SKRIPSI.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3951]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-15 13:59:53]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-18 15:18:34]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>