<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4162">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Diskriminasi Gender Dalam Tayangan Televisi Dengan Konten Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Analisis Semiotika Sinetron Tangis Kehidupan Wanita Episode Suamiku Menyiksaku Bertubi-Tubi ANTV)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sariyanti Adinda Herawati Nona Bili</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MONIKA WUTUN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SILVANIA STELLA EPIPHANIA MANDARU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Lukas Lebi Daga</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Monika Wutun</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Silvania Stella Epiphania Mandaru</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 128 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perkembangan media dan teknologi komunikasi memudahkan semua orang untuk
memuat berbagai tayangan. Televise adalah satu media komunikasi terkenal yang
berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak berserta suara, baik itu yang
monokrom maupun berwarna.tayangan tersebut dapat berupa sinentron, film maupun
reality show. Perempuan dimedia massa pada berbagai tayangan seperti sinentron
yaitu dimana seringkali ditayangkan sebagai sosok seorang yang lemah dan sering
mendapatkan kekerasan. Tangis kehidupan wanita merupakan salah satu sinetron
Indonesia yang menampilkan diskriminasi gender yang dialami oleh perempuan yaitu
berupa kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tanda dan makna dalam
sinentron tangis kehidupan wanita episode suamiku menyiksaku bertubi-tubi yang
mengandung diskriminasi gender dengan konten kekerasan dalam rumah tangga.
Penelitian ini menggunakan teknik analisis semiotika Jhon Fiske dan pengumpulan
data menggunakan teknik dokumentasi dan observasi. Adapun hasil penelitian
menunjukan bahwa (1) Level realitas, Fitri digambarkan sebagai wanita yang
penurut, tunduk, dan dan takut kepada suaminya serta tidak bias berbuat apa-apa
ketika mendapatkan kekerasan. Suami pada level ini digambarkan sebagai sosok yang
keras, mendominasi, dan suka melalukan kekerasan. (2) Level representasi, setiap
adegan terlihat begitu natural dan nyata, sehingga terlihat dari setiap scene
menampilkan kekerasan dalam rumah tangga. (3) Level ideology, menunjukan
patriarki, yaitu dimana kekerasan terhadap perempuan terjadi karena adanya sistem
kepercayaan dalam masyarakat bahwa laki-laki adalah sosok yang berkuasa.
Kata Kunci : Kekerasan, Semiotika Jhon Fiske, Tangis Kehidupan Wanita</note>
<classification><![CDATA[702.01]]></classification><ministry><![CDATA[70201]]></ministry><studentID><![CDATA[1703050036]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211216]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[702.01 Bil D]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="5725" url="" path="/70201-1703050036-S1-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Diskriminasi Gender Dalam Tayangan Televisi Dengan Konten Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Analisis Semiotika Sinetron Tangis Kehidupan Wanita Episode Suamiku Menyiksaku Bertubi-Tubi ANTV)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_Ilmu_Komunikasi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[4162]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-18 20:59:53]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-26 11:19:23]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>