<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4165">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Uji Preferensi Sitophilus sp. Pada Beberapa Jenis Sorgum  (Shorgum bicolor L) Asal Kabupaten Sabu Raijua,Provinsi Nusa  Tenggara Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SANTHI OKTVIANA KALE KUDJI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RIKA LUDJI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YASINTA LETEK KLEDEN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rika Ludji</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yasinta Letek Kleden</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Lince Mukkun</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xix + 29 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini telah dilakukan diLaboratorium Hama Tumbuhan,Fakultas Pertanian,
Universitas Nusa Cendana sejak bulan Desember 2019- April 2020.
Peralatan yang digunakan: toples,cutter,gunting, kain tile,lem castol,kurungan,
kertas label,kamera, dan alat tulis menulis,timbangan analitik dan alat pengukur kadar 
air. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu benih sorgum berwarna cokelat,benih 
sorgum berwarna kuning, benih sorgum berwarna kuning bintik putih, benih sorgum 
berwarna merah bintik putih, benih sorgum berwarna merah maroon, benih sorgum 
putih.
Sitophilus sp. yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari laboratorium 
Hama Tumbuhan. Imago Sitophilus sp. yang ada didalam tempat penyimpanan
diperbanyak dengan menggunakan pakan jagung yang ditempatkan dalam toples 
plastik yang ditutupi kain kasa.Perbanyakan dilakukan di Laboratorium Hama 
Tumbuhan untuk mendapatkan imago dalam jumlah yang diingikan dengan umur yang 
relatif seragam. Penelitian ini menggunakan 6 jenis sorgum yang berasal dari 
Kabupaten Sabu Raijua.Sorgum yang digunakan adalah benih sorgum 
berwarna cokelat,benih sorgum berwarna kuning, benih sorgum berwarna kuning bintik 
viii
putih, benih sorgum berwarna merah bintik putih, benih sorgum berwarna \merah 
maroon, benih sorgum putih.
Penelitian ini menggunakan Rancana Acak Lengkap(RAL), dengan perlakuan 6 
jenis sorgum. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 
unit/satuan percobaan. Pengamatan dilakukan dengan menghitung waktu orientasi 
Sitophilus sp.menuju benih uji dan dilakukan menggunakan 25 serangga uji setiap 
perlakuan dengan 3 kali ulangan, total menggunakan 75 ekor serangga. Seiap jenis 
sorgum ditimbang 50 gram, dimasukan kedalam cawan petri sesuai jumlah percobaan. 
Cawan tesrsebut di masukan ke dalam kurungan yang berukuran 150 cm × 150 × 50 cm 
setelah itu di infestasikan 75 pasang imago ke dalam kurungan yang disediakan, 
selanjutnya akan dilakukan pengamatan sampai selesai.
Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah: 1) Gejala kerusakan 
: Pengamatan gejala kerusakan oleh Sitophilus sp. diamati pada setiap jenis sorgum 
atau perlakuan. 2) Intensitas kerusakan : Perhitungan intensitas kerusakan dilakukan 
pada semua perlakuan. Interval penamatan intensitas kerusakan 1 kali dalam seminggu 
selama 8 kali pengamatan. 3) Susut bobot: Perhitungan susut bobot masing-masing 
perlakuan dilakukan dengan cara menimbang biji sorgum awal sebelum pengujian dan 
akhir pengujian.
Hasil pengamatan gejala kerusakan tampak pada masing-masing 
perlakuan(jenis sorgum) yang disebabkan oleh Sitophilus sp. pada semua perlakuan 
menunjukan gejala kerusakan yang sama yaitu adanya lubang kecil yang merupakan 
hasil gerekan Sitophilus sp. yang lama kelamaan lubang tersebut akan menjadi lubang 
yang besardan akan membuat biji sorgum mudah pecah dan remuk dan akan 
meninggalkan bubuk seperti tepung. Melchor, (1981) dan Mangundihardjo, (1978) 
menyatakan hama Sitophilus sp. menyerang merusak biji, menggerek dan melubangi 
biji dan meninggalkan sisa-sisa gerekan berupa bubuk.
Berdasarkan hasil penelitian, biji sorgum yang mengalami kerusakan paling 
tinggi adalah biji sorgum berwarna putih. Hasil analisis ragam menyatakan bahwa 
sorgum berwarna putih berbeda sangat nyata karna memiliki notasi tertinggi, 
,sedangkan sorgum berwarna kuning dan sorgum berwarna merah maroon berpengaruh 
ix
tidak nyata,sedangkan diantara sorgum kuning bintik putih,sorgum berwarna merah 
bintik putih dan berwana putih itu berbeda sangat nyata.
Persentase susut bobot biji sorgum berdasarkan hasil analilis ragam yaitu 
berbeda nyata Selanjutnya hasil analisis uji Duncan 5% menunjukkkan bahwa susut 
bobot biji sorgum pada perlakuan jenis sorgum berbeda tidak nyata. Rerata susut bobot 
pada jenis sorgum yang disebabkan olehSitophilus sp.
Jenis sorgum yang lebih dominan disukai hama Sitophilus sp. adalah jenis 
sorgum berwarna putih dimanan sorgum berwarna putih memiliki intensitas kerusakan 
yang lebih berat(15,14%) dibandingkan dengan jenis sorgum lainnya. Salah satu 
kriteria Sitophilus sp.dalam hal memilih makannya adalah tekstur makanannya.

Kata Kunci : Uji Prefensi, Sitophilus, Sorgum</note>
<classification><![CDATA[542.11]]></classification><ministry><![CDATA[54211]]></ministry><studentID><![CDATA[1604060008]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211227]]></identifier><departementID><![CDATA[Agroteknologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.11 KUD U]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="5731" url="" path="/542.11-S1-1604060008-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Uji Preferensi Sitophilus sp. Pada Beberapa Jenis Sorgum  (Shorgum bicolor L) Asal Kabupaten Sabu Raijua,Provinsi Nusa  Tenggara Timur]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[agroteknologi.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[4165]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-18 21:28:18]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-21 08:32:24]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>