<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4174">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Fungsi Hukum Pidana Dalam Mengatasi Tindak Pidana  Penebangan Pohon Di Kawasan Hutan Lindung (Di Kabupaten Manggarai)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JOSHUA FEBRIANO ADAK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JIMMY PELLO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>BHISA VITUS WILHELMUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jimmy Pello</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Adrianus Djara Dima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 58 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Sumber daya hutan di Indonesia memiliki kandungan potensi yang sangat besar untuk 
dikembangkan sebagai sumber pedanaan pembangunan. Beberapa daerah di Indonesia 
sebagian masyarakatnya masih mengantungkan kehidupan dari hasil hutan salah satunya 
Kabupaten Manggarai merupakan daerah di provinsi NTT yang memiliki kawasan hutan 
yang cukup luas, hutan di Ruteng merupakan pada awalnya berstatus hutan lindung seluas 
17.857.60 hektar dan hutan produksi terbatas seluas 14.388 hektar yang saat ini berada di 
wilayah kabupaten Manggarai dan manggarai timur, namun cenderung terjadinya penebangan 
pohon secara liar yang dilakukan oleh masyarakat. Sebanyak 3.000 hektar hutan di kawasan 
Taman Wisata Alam (TWA) Manggarai Ruteng rusak parah akibat penebangan. Hal ini 
berdampak buruk bagi lingkungan alam di Manggarai seperti berkurangya debit air yang 
dihasilkan oleh hutan. Hutan lindung sendiri merupakan kawasan penting sebagai sumber air 
bagi masyarakat sekitar, oleh karena itu sangatlah penting agar hutan lindung ini tetap 
terlindungi. Maraknya terjadi penebangan pohon di kawasan hutan lindung menimbulkan 
permasalahan yaitu apakah faktor-faktor penghambat terhadap fungsi penegak hukum dalam 
melindungi kawasan hutan lindung di Manggarai dan bagaimanakah upaya mengatasi 
penghambat pelaksanaan fungsi hukum dalam mengatasi tindakan penebangan pohon di 
kawasan hutan lindung di Kabupaten Manggarai. 
Jenis penelitian ini adalah penelitian penelitian yuridis empiris dengan menggunakan 
metode pendekatan studi kasus (case approach) dan pendekatan Perundang-undangan 
(statute approach). Sumber bahan hukum yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah 
bahan hukum primer dan tersier, dalam hal ini bahan hukum primer diperoleh dari hasil 
wawancara dan bahan hukum tersier diperoleh dari peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa faktor penghambat terhadap fungsi 
penegak hukum dalam melindungi kawasan hutan lindung di Kabupaten Manggarai, yaitu 
Pertama dalam hal regulasi tidak adanya Peraturan Daerah (PERDA) yang mengatur secara 
khusus tentang perlindungan hutan lindung di kawasan Hutan lindung Kabupaten Manggarai 
sehingga upaya mencegah dan mengatasi laju kerusakan hutan yang diakibatkan oleh 
kejahatan pengerusakan hutan belum teratasi dengan baik, Kedua masih kurangnya personil 
polisi hutan dalam hal ini jumlah polisi kehutanan di UPT KPH Kabupaten Manggarai sangat 
minim dibandingkan dengan luas kawasan yang harus di awasi, Ketiga sarana dan prasarana
yang kurang memadai sehingga mengurangi kemampuan mereka dalam menjalankan 
tugasnya, keempat tidak adanya Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), dan kelima masih 
rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Adapun upaya-upaya yang dilakukan dalam 
mengatasi penghambat fungsi hukum terhadap tindakan penebangan pohon di kawasan hutan 
lindung yaitu upaya yang dilakukan seperti upaya pre-emtif berupa sosialisasi/penyuluhan 
yang dilakukan UPT KPH terhadap masyarakat sekitar hutan lindung, upaya preventif berupa 
Patroli atau ronda di dalam kawasan hutan yang berkoordiansi dengan polisi dan TNI, 
Penjagaan terhadap kawasan hutan lindung, dan memberikan peringatan melaui pemasangan 
papan informasi tentang pentingnya menjaga hutan, upaya represif berupa Operasi Penegakan 
Hukum, yaitu pemberian sanksi tegas bagi pihak yang tertangkap tangan melakukan 
pengrusakan hutan lindung, memberikan pembinaan terhadap pelaku pengrusakan hutan agar 
tidak mengulangi perbuatannya. 

Kata Kunci : Fungsi Hukum Pidana, Tindak Pidana Penebangan Pohon, Hutan Lindung.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1702010086]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211216]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 ADA F]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="5741" url="" path="/742.01-S1-1702010086-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Fungsi Hukum Pidana Dalam Mengatasi Tindak Pidana  Penebangan Pohon Di Kawasan Hutan Lindung (Di Kabupaten Manggarai)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[hukum_pidana.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[4174]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-18 22:14:03]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-26 18:44:40]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>