<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4765">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Tinjauan Terhadap Pengayaan Uranium Oleh Iran Dari  Perspektif Hukum Internasional]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ALFJUNEPUTRA VIETO TUBU TINENTI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>WILHELMUS WETAN SONGA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>GERALD ALDYTIA BUNGA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Wilhelmus Wetan Songa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Gerald Aldytia Bunga</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>D W THADEUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[X+73]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Secara prinsip program nuklir seyogyanya dipergunakan sebagai sumber 
energi bagi kemakmuran umat manusia. Aktifitas pengayaan uranium Iran di 
Fasilitas nuklir Fordo teridentifikasi IAEA telah menampung sekitar 1.000 
alat pemisah (centrifuge) isotop uranium dengan kelanjutkan program 
pengayaan uranium hingga 4,5%. Tindakan tersebut telah melebihi batas 
sebagaimana yang ditetapkan JCPOA sebesar 3,67%. Persoalan ini kemudian 
mendasari dilaksakannya penelitian yang dilakukan penulis dengan tujuan 
untuk mengetahui bagaimana pengaturan internasional tentang 
pengembangan teknologi nuklir serta bagaimana konsekuensi hukum setelah 
Iran keluar dari kesepakatan JCPOA. Jenis penelitian yang digunakan dalam 
penelitian ini ialah penelitian Yuridis-Normatif dan teknik pengumpulan 
bahan hukum yang dipergunakan dalam penelitian ini yakni penelitian 
kepustakaan. Dari hasil analisis yang dilakukan peneliti dapat disimpukan 
bahwa pengaturan internasional tentang pengembangan teknologi nuklir telah 
dituangkan dalam berbagai konvensi internasional tentang ketenaganukliran 
yang dipelopori oleh IAEA serta aktifitas pengayaan uranium yang dilakukan 
Iran telah melanggar batasan-batasan yang termuat dalam kesepakatan
JCPOA, Oleh sebab itu Iran sebagaimana diatur dalam JCPOA apabila Iran 
keluar dari kesepakatan JCPOA maka sanksi yang dahulu diberlakukan 
seperti resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB, Uni Eropa , dan embargo 
Amerika Serikat akan diberlakukan kembali. Saran dari peneliti terkait 
persoalan ini yakni setiap negara yang ikut meratifikasi perjanjian-perjanjian 
ketenaganukliran wajib mematuhi dan melaksanakan protokol-protokol 
keslamatan yang termuat dalam perjanjian-perjanjian ketenaganukliran serta 
Iran sebagai negara berdaulat seyogyanya patuh terhadap kesepakatan 
JCPOA dengan mengurangi aktifitas pengayaan uranium yang melebihi 
batasan yang ditentukan. Sehingga sanksi-sanksi yang dijatuhkan pada Iran 
sebagaimana diatur dalam kesepakatan dapat dicabut dan tidak 
mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi.

Kata Kunci: Pengayaan Uranium, Joint Comprehensive Plan Of Action Konsekuensi Hukum.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1702010290]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211209]]></identifier><departementID><![CDATA[ILMU HUKUM]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 TIN T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="6517" url="" path="/74201-S1-1702010290-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Tinjauan Terhadap Pengayaan Uranium Oleh Iran Dari  Perspektif Hukum Internasional]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Adm_Negara.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[4765]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-25 22:17:53]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-27 20:04:29]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>