<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4845">
<titleInfo>
<title><![CDATA[LAEB KISAN TUNBUBU DALAM PERKAWINAN ADAT ETNIS BIBOKI DI KECAMATAN BIBOKI SELATAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SELFIANA ESTERLITA ENGGO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DELSY ASRIYANI DETHAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Andreas Ande</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Melkisedek Taneo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 64 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan tradisi Laeb Kisan Tunbubu  Dalam  Perkawinan Adat Etnis Biboki Di Kecamatan Biboki Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara, masalah dalam penelitian ini bagaimana sejarah berlangsungnya upacara Laeb Kisan Tunbubu bagi masyarakat Biboki Apa perbedaan-perbedaan antara Hel keta dan Laeb Kisan Tunbubu bagi masyarakat biboki. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah berlangsungnya upacara Laeb Kisan Tunbubu bagi masyarakat biboki dan untuk memahami perbedaan-perbedaan antara upacara laeb kisan tunbubu dan hel keta penelitian ini dilakasanakan di kecamatan biboki selatan kabupaten timor tengah utara penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomelogi, dalam penelitian ini ada dua sumber data yang digunakan yaitu seumber data primer adalah suatu data yang diperoleh langsung dari pelaku sejarah seperti tokoh masyarakat yang terlibat langsung dalam upacara adat laeb kisan tunbubu dan sumber data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber-sember yang sudah ada. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara dan studi dokumen.Teknik analisis data dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data-data kemudian data data ini diatur,diurutkan, diberi kode dan dikategorisasikan  hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sejarah berlangsungnya upacara hel keta yang disebut laeb kisan tunbubu bagi masyarakat biboki merupakan upacara adat pernikahan di kecamatan biboki selatan yang masih bertahan hingga saat ini. Istilah nama hel keta terdiri dari dua suku kata yakni Helas artinya menarik dan keta artinya lidi secara harfiah Hel keta artinya menarik lidi. nama helketa digunakan oleh orang meomafo sedangkan di biboki menggunakan laeb kisan tunbubu,arti dari nama Laeb kisan Tunbubu, kisan artinya semak belukar tunbubu artinya jalan kisan tunbubu artinya membuka jalan yang masih bersemak-semak untuk menghantar kedua pasangan ke tempat yang baru kedua upacara pernikahan ini tujuannya untuk menyatukan dua suku yang pernah terjadi konflik pada jaman dahulu tujuan lain untuk menyatukan dua suku baru yang tidak pernah ada perkawinan. (2) simbol-simbol yang digunakan dalam pelaksanaan upacara laeb kisan tunbubu bagi etnis biboki memiliki perbedaan dari upacara hel keta pada umumnya antara lain seperti batang phon berduri merupakan sarana penting yang dipakai dalam upacara laeb kisan tunbubu sedangkan upacara helketa pada umumnya menggunakan dua batang lidi sebagai lambang pria dan wanita.

Kata kunci : Sejarah, Tradisi, Pernikahan</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1601090037]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211228]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 GGO L]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="6617" url="" path="/87201-S1-1601090037-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[LAEB KISAN TUNBUBU DALAM PERKAWINAN ADAT ETNIS BIBOKI DI KECAMATAN BIBOKI SELATAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER-1601090037-SKRIPSI.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[4845]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-26 15:37:42]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-28 12:58:34]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>