<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4946">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ANALISIS TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENOLAKAN PEMULANGAN SIMPATISAN ISIS ASAL INDONESIA DITINJAU BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DELFIANA MODOK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DHEY WEGO TADEUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>GERALD ALDYTIA BUNGA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dhey Wego Tadeus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Gerald Aldytia Bunga</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jefry A. Ch. Likadja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XIV+69]]></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
Delfiana Modok, Analisis Terhadap Kebijakan Pemerintah Tentang
Penolakan Pemulangan Simpatisan ISIS Asal Indonesia Ditinjau
Berdasarkan Hukum Internasional, Dibimbing oleh Dhey W.Tadeus sebagai
pembimbing I dan Gerald A. Bunga sebagai pembimbing II
Kekalahan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) pada 2019 menimbulkan
masalah baru. Hal ini karena kombatan ISIS yang bergabung dengan ISIS datang
dari berbagai negara dan mambawa anak serta istrinya. Setelah kekalahan ISIS
para kombatan ditahan dan diadili, sementara keluarganya (simpatisan ISIS)
ditahan di kamp pengungsian tetapi tidak diadili. Penahanan terhadap mereka
menimbulkan krisis kemanusiaan karena fasilitas kamp yang tidak memadai serta
kurangnya bantuan makanan dan obat-obatan. Berdasarkan kondisi tersebut maka
PBB dan Otoritas Suriah mendesak negara-negara asal simpatisan untuk
memulangkan warga negaranya. Indonesia merupakan salah satu negara yang
menolak memulangkan simpatisan ISIS dengan alasan keamanan.
Rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah 1. bagaimanakah
status hukum simpatisan ISIS berdasarkan hukum internasional? 2. bagaimanakah
kebijakan pemerintah Indonesia mengenai penolakan pemulangan simpatisan ISIS
asal Indonesia berdasarkan hukum HAM internasional?. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui status hukum simpatisan ISIS berdasarkan hukum
internasional dan untuk mengetahui kebijakan pemerintah lndonesia mengenai
penolakan pemulangan simpatisan ISIS asal Indonesia berdasarkan hukum HAM
internasional. Penelitian ini merupakan jenis penelitain Yuridis-Normatif. Dalam
menggunakan pendekatan masalah penulis menggunakan pendekatan perundang- undangan (statute approach). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa status penahanan
simpatisan ISIS tidak memiliki dasar hukum yag kuat dan melanggar prosedur
hukum. simpatisan ISIS asal Indonesia tidak kehilangan kewarganegaraannya dan
masih berstatus WNI. Sementara mengenai kebijakan pemerintah Indonesia yang
menolak pemulangan simpatisan ISIS bertentangan dengan hukum hak asasi
manusia, yakni Universal Declaration of Human Rights of 1948 (UDHR) dan
International Covenant on Civil and Political Rights 1966 (ICCPR) maka
pemerintah Indonesia harus bertanggungjawab terhadap warga negaranya yang
ditahan di kamp penahanan terutama dalam perlindungan terhadap hak asasi
manusia. Pemerintah Indonesia harus memulangkan para simpatisan ISIS sebab
tidak ada dasar hukum yang mengatur bahwa seseorang yang bergabung dengan
kelompok teroris dapat kehilangan kewarganegaraanya.
Kata kunci : krisis kemanusiaan, simpatisan ISIS asal Indonesia, hukum
HAM internasional, dan pertanggungjawaban negara.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1702010047]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211223]]></identifier><departementID><![CDATA[ILMU HUKUM]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 MOD A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="6751" url="" path="/74201-S1-1702010047-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ANALISIS TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENOLAKAN PEMULANGAN SIMPATISAN ISIS ASAL INDONESIA DITINJAU BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Hukum.jpeg.jpeg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[4946]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-27 14:31:20]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-30 14:35:22]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>