<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="5061">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asimilasi Etnis Tonghoa Di Kupang Tahun 1966]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Vanessa Helga Lay</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Melkisedek Taneo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Andreas Ande</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fransina Aprilyse Ndoen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Melkisedek. Taneo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi+76 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya asimilasi Etnis Tionghoa di Kupang Tahun 1966, dan untuk mengetahui dampak asimilasi Etnis Tionghoa di Kupang Tahun 1966. Lokasi dalam penelitian ini di kelurahan Lahi-lai Bissi Kopan. Teknik penentuan informan dilakukan dengan cara Snowball Sampling, yaitu dimana pada awalnya peneliti hanya akan menentukan satu informan kunci. Sumber data penelitian meliputi sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Alasan terjadinya Asimilasi etnis Tionghoa di Kupang yaitu Pada masa orde baru, presiden Soeharto mengeluarkan keputusan presidium kabinet no.127/kep/12/1966 dan menetapkan kebijakan asimilasi sehingga terjadilah proses asimilasi etnis Tionghoa dengan penduduk lokal, dan karena kebijakan inilah yang menjadi dasar dari adanya asimilasi etnis Tionghoa di Kupang. Dampak dari Asimilasi etnis Tionghoa di Kupang yaitu dalam bidang kerohanian, adanya upaya untuk membaur dan dapat diterima di tengah-tengah masyarakat, yaitu didirikanya Gereja GMIT Agape. Dalam bidang pendidikan, didirikan sebuah yayasan pendidikan, yaitu Yayasan Agape. Dalam bidang ekonomi, pembauran terjadi dengan cara orang etnis Tionghoa yang merupakan para pemilik modal memperkerjakan orang lokal. Dalam bidang sosial budaya, nama asli mereka digantikan dengan nama Indonesia dan tentunya orangorang etnis Tionghoa kehilangan identitas mereka yang awalnya merupakan etnis Tionghoa. Kedua, mereka kehilangan beberapa tradisi-tradisi mereka dikarenakan sudah membaur dengan warga lokal, bahasa Mandarin sudah tidak diketahui lagi. Ketiga, dalam sistem kekerabatan dengan warga lokal, orang-orang etnis Tionghoa berbaur dengan warga lokal sehingga terjadi sikap saling menghargai, walaupun pada awalnya mereka (tidak semua) mengalami peristiwa diskriminatif, namun pada akhirnya mereka dapat hidup berdampingan dengan baik. Kata kunci: Asimilasi, Etnis, Dampak</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1601090081]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211025]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 Lay A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="6915" url="" path="/87201-S1-1601090081-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asimilasi Etnis Tonghoa Di Kupang Tahun 1966]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-sejarah.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[5061]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-28 16:37:31]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-31 07:21:15]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>