<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="5137">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Proses Penyelesaian Kasus Tindakan Asusila Melalui  Lembaga Adat Du’a Mo’an Watu Pitu Di Desa Kolidetung  Kecamatan Lela Kabupaten Sikka]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MICHAEL MARIANO ALMON SADA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOSEF RAMA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RESOPIJANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yosef Rama</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>A Resopijani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Simpleksius Asa, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv+87 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Maka dapat  dirumuskan masalah pokok yaitu (1) Bagaimana bentuk-bentuk kasus tindakan  asusila menurut hukum adat Du’a Mo’an Watu Pitu. (2) Bagaimana proses  penyelesaian kasus tindakan asusila melalui Lembaga Adat Du’a Mo’an Watu Pitu.  Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui bentuk-bentuk dari Kasus  tindakan asusila sesuai hukum adat Du’a Mo’an Watu Pitu Desa Kolidetung  Kecamatan Lela Kabupaten Sikka. (2) Untuk mengetahui proses penyelesaian kasus  tindakan asusila melalui lembaga adat Du’a Mo’an Watu Pitu. Metode penelitian  yang diambil adalah pendekatan empiris bersifat yuridis sosiologis terhadap 13 orang  sebagai populasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis diketahui: Pertama, Bentuk bentuk tindakan asusila yang dilarang oleh lembaga adat Du’a Mo’an Watu Pitu  secara tertulis dan tersirat. Kedua, mengetahui proses penyelesaian kasus tindakan asusila mulai dari prosesi awal sampai pada gelar perkara adat dan pemutusan perkara  adat.  Optimalisasi lembaga adat Du’a Mo’an Watu Pitu serta produk hukum adat yang  tertuang dalam Peraturan Desa Nomor 8 Tahun 2018 tentang sanksi adat berjalan  efektif. Namun dalam menyelesaikan kasus tindakan asusila pihak lembaga adat,  mengalami keterbatasan balai adat sebagai sarana proses gelar perkara adat dan  produk hukum yang belum tertuang dan diamanatkan dalam peraturan desa sebagai  payung hukum yang legal. Sehingga perlu adanya perhatian khusus dalam  peningkatan lembaga adat dan peraturan desa dalam menunjang penyelesaian perkara  melalui lembaga adat di Desa Kolidetung. Kata Kunci: Tindakan Asusila, Lembaga Adat, Hukum AdatPROSES PENYELESAIAN KASUS TINDAKAN ASUSILA MELALUI  Setiap wilayah yang ada di Indonesia memiliki hukum adat atau kebiasaan yang  berbeda, tetapi sama pada prinsipnya “menegakan nilai norma atau hukum itu  sendiri”. Disebutkan “norma” karena tidak hanya tali temali kebaikan atau nilai  aturannya, tetapi keyakinan terhadap kebeneran-kebenaran prinsip bahwa tegaknya  rasa keadilan melahirkan stabilitas harmoni dalam relasi, kekerabatan dan interaksi  tidak hanya antar manusia dan manusia tetapi terhadap keseimbangan alam dan  pencipta-Nya. Tindakan asusila merupakan salah satu dari banyaknya tindakan  kriminal yang dilarang oleh hukum adat dan tradisi di wilayah Indonesia. Maka dapat  dirumuskan masalah pokok yaitu (1) Bagaimana bentuk-bentuk kasus tindakan  asusila menurut hukum adat Du’a Mo’an Watu Pitu. (2) Bagaimana proses  penyelesaian kasus tindakan asusila melalui Lembaga Adat Du’a Mo’an Watu Pitu.  Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui bentuk-bentuk dari Kasus  tindakan asusila sesuai hukum adat Du’a Mo’an Watu Pitu Desa Kolidetung  Kecamatan Lela Kabupaten Sikka. (2) Untuk mengetahui proses penyelesaian kasus  tindakan asusila melalui lembaga adat Du’a Mo’an Watu Pitu. Metode penelitian  yang diambil adalah pendekatan empiris bersifat yuridis sosiologis terhadap 13 orang  sebagai populasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis diketahui: Pertama, Bentuk bentuk tindakan asusila yang dilarang oleh lembaga adat Du’a Mo’an Watu Pitu  secara tertulis dan tersirat. Kedua, mengetahui proses penyelesaian kasus tindakan asusila mulai dari prosesi awal sampai pada gelar perkara adat dan pemutusan perkara  adat.  Optimalisasi lembaga adat Du’a Mo’an Watu Pitu serta produk hukum adat yang  tertuang dalam Peraturan Desa Nomor 8 Tahun 2018 tentang sanksi adat berjalan  efektif. Namun dalam menyelesaikan kasus tindakan asusila pihak lembaga adat,  mengalami keterbatasan balai adat sebagai sarana proses gelar perkara adat dan  produk hukum yang belum tertuang dan diamanatkan dalam peraturan desa sebagai  payung hukum yang legal. Sehingga perlu adanya perhatian khusus dalam  peningkatan lembaga adat dan peraturan desa dalam menunjang penyelesaian perkara  melalui lembaga adat di Desa Kolidetung. 

Kata Kunci: Tindakan Asusila, Lembaga Adat, Hukum Adat</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1602010174]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211206]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 SAD P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="7021" url="" path="/742.01-S1-1602010174-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Proses Penyelesaian Kasus Tindakan Asusila Melalui  Lembaga Adat Du’a Mo’an Watu Pitu Di Desa Kolidetung  Kecamatan Lela Kabupaten Sikka]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[HUKUM.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[5137]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-01-29 22:14:55]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-02-01 21:26:08]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>