<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="529">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Reduksi Otoritas Tua Golo dalam Penyelesaian Konflik (Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Cambir LecaKecamatan Satarmese  BaratKabupaten Manggarai)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Apriano Tanja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Blajan Konradus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hotlif Arkilaus Nope</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 67 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tua Golo adalah Tua yang menguasai Golo atau (kampung). Orang atau 
kelompok yang mengangkat Tua Golo adalah Tua gendang. Tua gendang adalah 
sekelompok orang yang merupakan pendiri gendang atau rumah adat Manggarai, 
dia yang mengangkat Tua Golo karena mempunyai gesah sebagai pemimpin, taat 
kepada aturan adat istiadat dan tidak banyak cacat cela dalam hal norma. Tua 
Golo sangatlah penting peranannya dalam kehidupan sosial budaya masayrakat 
manggarai, peran dan fungsinya adalah memimpin warga sekampung dalam hal 
urusan harian seperti ketertiban warga sekampung (ca golo), menjaga keamanan 
warga dan kebun warga dan menyelesaikan konflik sosial pada masyarakatnya. 
Rumusan masalah penelitian ini adalah Mengapa terjadi reduksi otoritas Tua Golo
dalam menyelesaikan konflik. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui, 
mendeskripsikan reduksi dan menganalisis otoritas Tua Golo dalam 
menyelesaikan konflik. Untuk menganalisis masalah ini penulis menggunakan 
dua teori yaitu teori perubahan sosial dan teori otoritas Weber. Penelitian ini 
menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa 
Cambir Leca Kecamatan Satarmese Barat Kabupaten Manggarai. Sumber 
penelitian ini adalah data primer yang diambil langsung dari lapangan melalui 
wawancara dengan informan dari masyarakat di Desa Cambir Leca sedangkan 
data sekunder adalah data yang diambil dari Lembaga-lembaga pemerintah yang 
ada kaitannya dengan penelitian ini. Teknik yang dilakukan dalam pengumpulan 
data adalah wawancara dengan informan yang dipilih dan observasi, data tersebut 
kemudian dianalisis secara kualitatif dengan disajikan dalam bentuk narasi untuk 
mendeskripsikan hasil dari penelitian. Setelah analisis data selesai, dilakukan 
penarikan kesimpulan dengan cara memahami isi dari data penelitian yang sudah 
tersaji. Informan dalam penelitian ini adalah 7 orang terdiri dari 1 orang Tua Golo
dan 6 orang masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pertama, 
ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja kerja Tua Golo, tidak mendapatkan 
perlindungan, kesenjangan sosial dan primodialisme. Cara yang digunakan 
masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut yaitu melaporkan dan menyelesaikan 
konflik di pemerintah formal. Melihat hasil penelitian di atas, penulis 
menyarankan agar masyarakat tetap menjaga dan melestarikan apa yang telah 
diwariskan oleh leluhur lebih khusus soal keberadaan Tua Golo dalam upaya 
penyelesaian konflik dalam masyarakat otoritasnya</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1603030019]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210413]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Tan R]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="650" url="" path="/69201-S1-1603030019-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Reduksi Otoritas Tua Golo dalam Penyelesaian Konflik (Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Cambir LecaKecamatan Satarmese  BaratKabupaten Manggarai)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER_SKRIPSI.jpeg.jpeg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[529]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-05-25 10:39:43]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-05-28 12:18:12]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>