<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="5798">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengaruh Wadah Budidaya yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Teripang Pasir (Holothuria scabra) di Pantai Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nurmalasari Ridwan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARCELIN DJ RATOE OEDJOE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FRANCHY CH. LIUFETO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Marcelin Dj Ratoe Oedjoe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yulianus Linggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>FRANCHY CH. LIUFETO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv+49 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Nurmalasari Ridwan/1613010040. Pengaruh Wadah Budidaya yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Teripang Pasir (Holothuria scabra) di Pantai Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. Dibimbing oleh Marcelien Ratoe Oedjoe dan Franchy Liufeto Teripang merupakan hewan invertebrata yang memiliki tubuh yang lunak berdaging dan berbentuk silindris memanjang seperti ketimun. Teripang memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan makanan dengan kandungan gizi dan protein yang cukup tinggi. Ketersediaan teripang di perairan NTT dapat dikatakan cukup melimpah. Akan tetapi, pemanfaatnya oleh masyarakat telah menyebabkan populasi teripang di alam menurun. Selain itu, upaya budidaya yang dilakukan di bawah pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan, belum membuahkan hasil yang baik dan cendrung gagal. Melihat potensi teripang yang besar sementara populasi yang menurun dan disertai dengan upaya budidayanya yang sering gagal, untuk itu diperlukan adanya penelitian yang meneliti metode budidaya apa yang cocok diterapkan dalam budiduya teripang. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 (dua) bulan Di Pantai Papela, Kecamatan. Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakukan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu Perlakuan A menggunakan metode keranjang, Perlakuan B menggunakan metode pen-culture, dan Perlakuan C menggunakan metode kurungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode budidaya penculture merupakan metode yang paling baik dibandingkan dengan keranjang dan kurungan kawat dalam meningkatkan laju pertumbuhan mutlak dan kelulushidupan teripag pasir (Holothuria scabra). Metode budidaya penculture menghasilkan pertumbuhan paling baik yaitu sebesar 52,4 gram dan menghasilkan tingkat kelulushidupan teripang pasir (Holuthuria scabra) sebesar 73,33%. Kata kunci: Holothuria scabra, keranjang, pen culture, kurungan</note>
<classification><![CDATA[542.43]]></classification><ministry><![CDATA[54243]]></ministry><studentID><![CDATA[1613010040]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220217]]></identifier><departementID><![CDATA[Budidaya Perairan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.43 Rid P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="7794" url="" path="/54243-S1- 1613010040-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Fabrikasi Dan Kajian Sifat Optik Material Karbon Nanodots (K-DOTS) Berbasis Beras Asal Kabupaten Kupang]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-bud-perairan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[5798]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-12 17:11:15]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-18 12:57:11]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>