<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="5852">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang Tahun 2021]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria Margarini Leki</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DEVIARBI SAKKE TIRA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SIGIT PURNAWAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Deviarbi Sakke Tira</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Sigit Purnawan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Honey Ivon Ndoen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi + 62 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Stunting atau pendek merupakan masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada balita. Gizi yang cukup sejak usia dini merupakan persyaratan untuk kemakmuran suatu masyarakat. Oleh sebab itu banyak balita yang mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan juga banyak balita yang sering mengalami sakit. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Tahun 2018, Puskesmas Tarus merupakan Puskesmas yang memiliki kasus stunting tertinggi dan berada pada urutan pertama dengan jumlah kasus sebanyak 1.298 balita. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang dan dilaksanakan pada bulan Mei 2021.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan menggunakan desain case control. Variabel yang diteliti meliputi riwayat BBLR, Riwayat Penyakit Infeksi, Pola Pemberian Makan, Riwayat ASI Eksklusif dan Tingkat Pengetahuan Ibu. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 4.376 balita, total sampel yang diambil sebanyak 66 balita yaitu terdiri dari 33 balita yang mengalami stunting dan 33 balita yang tidak mengalami stunting.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah Riwayat BBLR p velue 0,001 OR: 6.250 (95% Cl 2.131-18.330), Riwayat Penyakit Infeksi p-value 0,000 OR: 8.543 (95% Cl 2.796-26.104), Pola Pemberian Makan p-velue 0,000 OR: 8.333 (95% Cl 2.760-25.157). Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting adalah Riwayat ASI Eksklusif p-velue 0,325 dan Tingkat Pengetahuan Ibu p velue 0,453. Disarankan kepada setiap orang tua agar perlu memperhatikan kesehatannya terutama bagi setiap ibu agar selalu memperhatikan kesehatan pada masa hamil serta kesehatan bayi. Selain itu setiap orang tua perlu memperhatikan 
keragaman pola konsumsi pada anak balita sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya stunting.</note>
<classification><![CDATA[132.01]]></classification><ministry><![CDATA[13101]]></ministry><studentID><![CDATA[1607010231]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220401]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Kesehatan Masyarakat]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[132.01 Lek M]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="7919" url="" path="/13201-S1-1607010231-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang Tahun 2021]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[phpThumb.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[5852]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-13 13:19:32]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-14 10:39:13]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>