<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6091">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Sejarah Tarian Kataga Pada Masyarakat Wanokaka Di Desa Tara Manu Kecamatan Wanokaka Kabupaten Sumba Barat]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LUSIA LEKA METI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DELSY ASRIYANI DETHAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FLAFIUS SELFIANUS RATO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fransina Aprilyse Ndoen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>FLAFIUS SELFIANUS RATO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 43 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Masalah PenelitianTarian kataga sebenarnya hanya berasal dari Kabupaten Sumba Barat Kecamatan Wanokaka biasanya tarian ini dilakukan pada saat pesta adat yaitu memasuki rumah baru dan diiringi gong serta lo’ndu (nyayian adat). Saat ini  sebagian masyarakat tidak lagi memeriahkan dengan tarian kataga  bahkan pesta setelah panen tidak lagi diselenggarakan, tidak seperti dulu pesta setelah panen selalu diselenggarakan dan tarian kataga yang selalu dipentaskan untuk memeriakan pesta panen tersebut, begitu juga untuk acara syukuran masuk rumah baru, media hiburan mengalami pergeseran yakni menggunakan music modern. berdasarkan penjelasan diatas peneliti tertarik untuk mengangkat rumusan masal sebagai berikut (1) Bagaimanakah sejarah Tarian Kataga pada Masyarakat Wanokaka Kabupaten Sumba Barat?, (2) Bagaimana eksistensi Tarian Kataga dalam kehidupan Masyarakat Wanokaka Kabupaten Sumba Barat?, (3) Bagaimanakah nilai-nilai yang terkandung dalam Tarian Kataga pada Masyarakat Wanokaka?.Metode penelitian yang peneliti gunakan yaitu: jenis penelitian, jenis penelitian ini yang digunakan ialah metode kualitatif. Lokasi Penelitian, penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan wanokaka, Desa Tara Manu, Kabupaten Sumba Barat. Suber Data yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu: wawancara, observasi. Sejarah terbentuknya tarian Kataga karena adanya peperangan yang terjadi diantara suku  di Sumba, ada perjanjian apabila salah satu pihak menang dalam peperangan maka sang lawan berhak membawah pulang kepala musuh. Sebagai bentuk tanda kemenangan perang, yang kemudian kepala musuh akan digantung di Adung (pelantaraan), meskipun didasari oleh gerakan peperangan nyatanya tarian Kataga dibasuh oleh nilai seni. Seperti alat musik yang mengiringi tarian tersebut berupa gong, gemercik lonceng yang berasal dari pakain sang penari sebagai tanda semangat melawan musuh. keberadaan kataga pada jaman modern ini jarang  dipentaskan dalam acara pesta rumah atau acara masuk rumah baru sebagian sudah beralih pada musik modern yang telah mendunia hal ini terjadi karena masuknya budaya barat dan perkembangan ilmu pengetahuan dan tenologi sehingga masyarakat mulai menganut budaya luar dan budaya khas pribudi telah dilupakan dan bahkan tidak dipentaskan lagi. Nilai yang terkandung dalam tarian kataga yaitu: kekompakan, budaya, seni, historis, menyerang dan mundur, semangat.
Kata kunci: Sejarah,  Tarian Kataga, Eksistensi, Nilai</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1701090076]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220426]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 ETI S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="8147" url="" path="/87201-S1-1701090076-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Sejarah Tarian Kataga Pada Masyarakat Wanokaka Di Desa Tara Manu Kecamatan Wanokaka Kabupaten Sumba Barat]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER-1701090076-SKRIPSI.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[6091]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-18 14:49:24]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-06-02 09:38:57]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>