<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6120">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Marginalisasi Perempuan Dalam Struktur Pemerintahan Desa Lenda Kecamatan Cibal Barat  Kabupaten Manggarai]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wilifridus Endo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PAULUS ND L T RATOEBANDJOE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Paulus Nd L T Ratoebandjoe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>David B W Pandie</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Markus Tae</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xviii + 113 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Proses ini terjadi secara turun-temurun melalui adat istiadat yang tumbuh subur dan memberikan peran dalam menempatkan posisi menomorduakan perempuan untuk berperan aktif baik dalam lingkup domestik maupun publik. Rumusan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1. Faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi Marginalisasi Perempuan dalam Struktur Pemerintahan Desa  Lenda Kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai, 2. Faktor internal apa saja yang mempengaruhi Marginalisasi Perempuan dalam Struktur Pemerintahan Desa Lenda Kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dengan cara: 1. Observasi, 2. Wawancara, dan 3. Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yakni: 1. Reduksi data, 2. Penyajian data, 3. Penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya patriarkhi menempatkan perempuan pada posisi yang kurang menguntungkan di semua lini atau sektor kehidupan. Budaya ini memberikan kesempatan atau prioritas yang lebih kepada laki-laki untuk untuk mengakses pendidikan. Budaya patriarkhi juga menciptakan kekerasan karena 
kekuasaan yang tidak sama antara laki-laki dan perempuan. Bahkan ketergantungan ekonomi dan emosional perempuan terhadap laki-laki yang 
menyebabkan masalah kekerasan sulit teratasi. Budaya patriarkhi juga beranggapan bahwa perempuan adalah milik laki-laki sehingga laki-laki 
memperlakukan perempuan seenaknya. Kerentanan perempuan bukan disebabkan karena dirinya lemah, melainkan karena stigmatisasi, stereotipe dan konstruksi sosial yang berkembang di masyarakat menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah dari laki-laki. Hal ini karena ada stigma bahwa perempuan sebaiknya hanya bekerja pada ranah domestik. Hak-hak yang seharusnya didapat perempuan di sektor publik menjadi terabaikan. Glass Ceiling adalah hambatan tidak kasat mata yang bisa dialami para perempuan untuk bisa meraih jabatan tertinggi di tempat mereka bekerja. Hambatan dalam glass ceilling bisa dikelompokan menjadi 3 (tiga) yakni hambatan karena stereotipe gender, prasangka, dan bias. Hambatan yang datang dari internal birokrasi pemerintahan misalnya keengganan pimpinan untuk membimbing pegawai guna mendapatkan promosi jabatan pada 
masa yang akan datang. Terkahir hambatan yang terjadi karena lemahnya pengaturan dan pengawasan serta kurangnya pengumpulan data dan laporan oleh pemerintah terkait adanya glass ceilling.</note>
<classification><![CDATA[632.01]]></classification><ministry><![CDATA[63201]]></ministry><studentID><![CDATA[1603010032]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220113]]></identifier><departementID><![CDATA[Administrasi Negara]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[632.01 End W]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="8175" url="" path="/63201-S1-1603010032-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[MARGINALISASI PEREMPUAN DALAM STRUKTUR PEMERINTAHAN DESA LENDA KECAMATAN CIBAL BARAT KABUPATEN MANGGARAI]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[adm_negara.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[6120]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-18 19:13:50]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-20 11:09:48]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>