<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6542">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Identifikasi Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sakira Rahmatia</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AGNES V SIMAMORA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yohanes U.R Iburuni</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Agnes V Simamora</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Johanes Umbu Rebu Iburuni</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Julinda B D Henuk</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii+52 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK	
Identifikasi Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Oleh: Sakira Rahmatia Di Bawah Bimbingan: Ir. Agnes V. Simamora, MCP. Ph.D dan Yohanes U. R. Iburuni,SP., M.Si Minat Perlindungan Tanaman, Jurusan/Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana Melon adalah tanaman semusim serta hortikultura yang disukai oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.Karena tingginya permintaan masyarakat akan buah melon, tanaman ini masih perlu terus ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Sehingga masih memerlukan pengembangan terutama pada peningkatan hasil dan kualitas buahnya. Pengendalian hama dan penyakit pada melon membutuhkan identifikasi hama dan patogen yang akurat. Oleh karena itu, identifikasi hama dan patogenpada tanaman melon penting dilakukan sebagai langkah awal pengendalian hama penyakituntuk mencegah penurunan produksinya. Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi hama dan patogen pada tanaman melon ini dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2021. Pengamatan hama dan patogen dilakukan di beberapa lokasi penanaman melon di Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) ada dua species hama pada tanaman melon, yaitu oteng-oteng (Aulacophora similis Oliver) dan lalat pengorok daun (Liriomyzasp.); (b) ada dua jamur patogenik pada tanaman melon yaitu Fusarium sp. dan Colletotrichum sp. Oteng-oteng umumnya memakan daun-daun muda hingga menyisakan tulang daunnya saja sedangkan pengorok daun (Liriomyza sp.) meninggalkan gejala berupa adanya alur-alur tak beraturan berwarna putih pada daun akibat larva yang menggorok jaringan daun. Infeksi Fusarium sp. pada melon menyebabkan perubahan warna daun tua menjadi kekuningan, layu, dan mengering. Serangan Colletotrichum sp. pada daun melon menyebabkan daun memiliki bercak-bercak berwarna cokelat kelabu sampai kehitaman. Kata Kunci: melon, oteng-oteng, pengorok daun, layu fusarium, bercak cokelat kelabu.</note>
<classification><![CDATA[542.11]]></classification><ministry><![CDATA[54211]]></ministry><studentID><![CDATA[1704060007]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211229]]></identifier><departementID><![CDATA[Agroteknologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.11 Rah I]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="8678" url="" path="/54211-S1-1704060007-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Identifikasi Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-agrotek.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[6542]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-24 11:49:56]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-24 13:38:20]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>