<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6592">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Edukasi Seks Melalui Komunikasi Keluarga Dalam Film (Analisis Semiotika John Fiske Ketidakadilan Gender Pada Film]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria Milania Fengi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria Yulita Nara,S.Sos,M.I.Kom</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yeremia Dj. Manafe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>MARIA YULITA NARA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Yermia Djefri Manafe, S.Sos, M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Petrus Ana Andung, S.Sos, M.Si - 19740207 200801 1 012</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 110]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Maria Milania Fengi.1703050028. Edukasi Seks Melalui
Komunikasi Keluarga Dalam Film (Analisis Semiotika Pada Film
Dua Garis Biru Karya Gina S.Noer). Pembimbing : Dr. Yeremia Dj.
Manafe, S.Sos, M.Si dan Maria Yulita Nara, S.Sos., M.I.Kom. 147
halaman isi, 33 buku referensi, 9 karya ilmiah.

Perkembangan media dan teknologi komunikasi memudahkan semua
orang untuk memuat berbagai tayangan. Film merupakan media
komunikasi yang bersifat audio visual untuk menyampaikan suatu pesan
kepada sekelompok orang yang berkumpul di suatu tempat tertentu. Film
juga dianggap sebagai media komunikasi massa yang ampuh terhadap
massa yang menjadi sasarannya, karena sifatnya yang audio visual, film
mampu bercerita banyak dalam waktu yang singkat. Remaja di media
massa pada berbagai tayangan seperti film, seringkali ditayangkan
sebagai sosok yang rentan akan pergaulan bebas. Dua Garis Biru
merupakan salah satu film Indonesia yang menampilkan edukasi seks
melalui komunikasi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan
tanda dan makna dalam Film Dua Garis Biru yang mengandung edukasi
seks melalui komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan teknik
analisis semiotika Jhon Fiske dan pengumpulan data menggunakan
teknik dokumentasi dan observasi. Adapun hasil penelitian menunjukan
bahwa (1) Level realitas, Dara digambarkan sebagai sosok yang polos,
periang, dan pintar. Ia selalu mendapat nilai bagus di Sekolahnya dan
nampaknya belum banyak tahu tentang seksualitas. Bima adalah sosok
remaja polos yang tidak terlalu pintar namun periang sama seperti Dara.
Bima cenderung mendapat nilai lebih rendah dari Dara dan nampaknya
belum banyak tahu tentang seksualitas. Orang tua Dara yang
berpenampilan modis khas orangtua berkarir memperlihatkan kesibukan
mereka sehingga kurang memperhatikan anaknya. Serta orang tua Bima
yang berpenampilan sederhana dan agamis, namun pekerja keras
memperlihtkan mereka yang juga kurang berkomunikasi dengan
anaknya. (2) Level representasi, setiapadegan terlihat begitu natural dan
nyata, sehingga terlihat dari setiap scene menampilkan edukasi seks
melalui komunikasi keluarga. (3) Level ideologi, menunjukan ideologi
feminisme dan kapitalsme, yaitu Dara yang harus menjadi ibu di usia
mudanya dan perbedaan pandangan dengan latar belakang kelas sosial
yang berbeda membuat kedua orang tua mereka berbeda dalam hal
mendidik anak.

 Kata Kunci : Edukasi, Semiotika John Fiske, Dua Garis Biru</note>
<classification><![CDATA[702.01]]></classification><ministry><![CDATA[70201]]></ministry><studentID><![CDATA[1703050028]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220509]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[702.01 Fen E]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="8734" url="" path="/70201-1703050028-S1-2022-Skripsi.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Edukasi Seks Melalui Komunikasi Keluarga Dalam Film (Analisis Semiotika John Fiske Ketidakadilan Gender Pada Film "Dua Garis Biru" Karya Gina S.Noer)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[-6082375635277295605_109.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[6592]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-24 17:40:00]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-25 10:51:15]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>