<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6640">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Persepsi Masyarakat Sabu Terhadap Budaya Cium Hidung Selama Pandemi Covid-19 (Studi Fenomenologi di Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kampung Sabu Kota Kupang)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Kevin Erki Aditya</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria V.D Pabha Swan, S.Sos, M.Med.Kom</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Petrus Ana Andung, S.Sos, M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ferly Tanggu Hana, S.Si.,M.Comn</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Maria V.D Pabha Swan, S.Sos, M.Med.Kom</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 95 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Budaya Cium Hidung Selama Pandemi Covid-19. Pembimbing : Dr. Petrus Ana Andung, S.Sos. M. Si dan Maria V. D. P. Swan, S. Sos. M. Med.Kom. 54 isi. 12 buku referensi. 5 referensi artikel. 4 situs internet. 

Salah satu budaya yang cukup dikenali di Kota Kupang yaitu kebiasaan cium hidung atau Henga’ddo yang berasal dari pulau Sabu Raijua, dan sudah menjadi tradisi turun temurun. Henga’ddo atau tradisi mencium hidung ini dilakukan tanpa memandang jenis kelamin, status, dan strata sosial serta usia. Selain sebagai tanda persaudaraan, tradisi mencium hidung juga sebagai tanda penghormatan terhadap yang lebih tua sebagai tanda kejujuran. Namun dengan adanya pendemi akibat wabah Covid-19 yang menyerang dunia, dan berdampak ke seluruh umat manusia dengan penularan yang sangat cepat melalui sentuhan, udara dan permukaan benda yang telah disentuh oleh orang yang terkena virus tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemahaman masyarakat Sabu tentang Cium Hidung di tengah Pandemi Covid-19 dan bagaimana memaknai budaya Cium Hidung selama Pandemi Covid-19 menurut masyarakat itu sendiri. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi nonverbal dan interaksi simbolik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Interaksi simbolik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan menggunakan metode studi fenomenologi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian di lapangan berkaitan dengan pemahaman dan pemaknaan masyarakat akan budaya cium hidung yang sudah lama ada dan sudah mendarah daging dalam kehidupan mereka, akan tetapi pada saat ini, budaya itu perlu untuk dibatasi karnaadanya protokol kesehatan oleh Pemerintah demi menjaga kesehatan masyarakat dalam suatu lingkup daerah.</note>
<classification><![CDATA[702.1]]></classification><ministry><![CDATA[70201]]></ministry><studentID><![CDATA[1503050021]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220523]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[4]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[702.1 Tya P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="8799" url="" path="/7021-S1-1503050021-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA["PERSEPSI MASYRAKAT SABU TERHADAP BUDAYA CIUM HIDUNG SELAMA PANDEMI COVID-19”]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_Ilmu_Komunikasi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[6640]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-25 12:40:35]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-27 12:32:29]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>