<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="686">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Sejarah Pelabuhan Atapupu Tahun 1883-1913]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Zulfikar Timur</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FRANSINA APRILYSE NDOEN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Melkisedek Taneo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fransina Aprilyse Ndoen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. H. Djakariah, M.Pd</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Melkisedek Taneo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv+49 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Masalah penelitian ini adalah 1) Bagaimana sejarah terbentuknya Pelabuhan Atapupu, 2) Bagaimana kondisi perdagangan di Pelabuhan Atapupu pada Tahun 1883-1913, 3) Bagaimana perkembangan Pelabuhan Atapupu pada tahun 1883-1913. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah terbentuknya Pelabuhan Atapupu, untuk mengetahui kondisi perdagangan di Pelabuhan Atapupu pada Tahun 1883-1913, dan untuk mengetahui perkembangan Pelabuhan Atapupu pada tahun 1883-1913. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Tempat ini dipilih sebagai lokasi penelitian karena di tempat ini terdapat Pelabuhan Atapupu sebagai tempat berlabuhnya kapal-kapal dagang yang datang dan melakukan perdagangan dengan penduduk pribumi.. Teknik penentuan informan adalah purposive sampling yaitu peneliti hanya menetapkan beberapa informan yang ditentukan sendri. Informan penelitian adalah tua-tua adat dan tokoh masyarakat yang mengetahui masalah dan dapat memberikan informasi dengan jelas. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi langsung semua peninggalan Pelabuhan Atapupu dan studi dokumen yaitu mengkaji berbagai dokumen hasil peninggalan Pelabuhan Atapupu. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis historis dengan langkah-langkahnya antara lain: Heuristik, kritik sejarah, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Sejarah terbentuknya Pelabuhan Atapupu awalnya berupa hamparan pasir yang panjang di pinggiran pantai. Pelabuhan Atapupu menjadi salah satu pusat perdagangan yang ada di Timor dipengaruhi oleh keadaan geografis yang memungkinkan kapal-kapal laut bisa bersandar dan teluk yang menjaga kapal nelayan dari badai. (2) Kondisi perdangangan di Pelabuhan Atapupu pada kisaran tahun 1880-an, yaitu sistem perdagangan tradisional yang diterapkan melalui barter bagi pedagang pribumi dan jual beli menggunakan mata uang bagi sesama pedagang asing. (3) Perkembangan Pelabuhaan Atapupu dipengaruhi oleh tingkat kemajuan perdagangan. Dermaga  yang ada juga hanya berupa dermaga darurat dimana masih berupa dermaga kayu. Barang dagang yang menjadi komoditi pada saat itu awalnya berupa cendana, lilin, dan madu lalu berganti menjadi kopi, tebu dan tembakau. Pada tahun 1900-an setelah bangsa Belanda menguasai daerah di Belu barulah mereka membangun dermaga modern di Pelabuhan Atapupu.

Kata kunci : Sejarah, Pelabuhan.</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1501090026]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210518]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 Tim S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="884" url="" path="/Skripsi Sejarah Pelabuhan Atapupu Tahun 1883-1913.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Sejarah Pelabuhan Atapupu Tahun 1883-1913]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_sejarah.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[686]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-05-27 14:15:02]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-05-27 15:15:32]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>