<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6905">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Kelurahan Mandosawu Kecamatan Poco Ranaka Kabupaten Manggarai Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA KOLUMBA DORCE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Johny A. R. Salmun</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Agus Setyobudi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Marylin Susanti Junias</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Johny A. R. Salmun</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Agus Setyobudi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[vi + 68 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>ISPA pada balita disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor perilaku dan faktor lingkungan, karena 2 faktor tesebut merupakan perantara dari bakteri penyebab ISPA. Faktor perilaku terdiri dari penggunaan bahan bakar memasak, kebiasaan merokok anggota keluarga dan kebiasaan membawa balita saat memasak, sedangkan faktor lingkungan yaitu ventilasi,jenis dinding, jenis lantai dan kepadatan hunian. Dampak yang berkepanjangan pada balita yaitu antara lain pertusis, pneumonia dan bronchitis. Data kasus ISPA di Puskesma Manodari tahun ketahun mengalami peningkatan yaitu tahun 2019 sebesar 1338 kasus dan pada tahun 2020 sebesar 1564 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factorkondisi lingkungan rumah dan faktor perilaku dengan kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Mandosawu pada tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mano sebanyak 445 balita, sedangkan sampelnya berjumlah 106 balita yang terbagi menjadi 53 sampel kasus dan 53 sampel control, yang menderita ISPAdi Kelurahan Mandosawu yaitu sebanyak 209 balita dan teknik pengambilan sampel dengancara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian ISPA yaitu kondisi ventilasi (p=0,000;OR=4,926; 95% CI: 2,159-11,239),jenis dinding (p=0,000; OR=6,750; 95% CI: 2,854-15,962), jenis lantai (p=0,000; OR=8,656; 95% CI: 3,597-20,827), kepadata hunian (p=0,037; OR=2,425; 95% CI: 1,403-5,390), faktor perilaku yang memiliki hubungan dengan kejadian ISPA yaitu kebiasaan merokok anggota keluarga (p=0,000;OR=4,180; 95% CI: 1,489-9,452), sedangkan faktor yang tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA adalah penggunaan bahan bakar masak (p=0,066 ) dan kebiasaan ibu membawa balita pada saat masak (p=0,69).Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara jenis ventilasi, jenis dinding, jenis lantai, kepadatan hunian dan kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Mandosawu.
Kata Kunci	: ISPA, Balita, Ventilasi, Dinding, Kepadatan Hunian. Daftar Pustaka	: 25 (1999-2020)</note>
<classification><![CDATA[132.01]]></classification><ministry><![CDATA[13101]]></ministry><studentID><![CDATA[1627010038]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220511]]></identifier><departementID><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[132.01 Dor F]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="9147" url="" path="/13201-1627010038-S1-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA   DI   KELURAHAN   MANDOSAWU   KECAMATAN   POCO   RANAKA KABUPATEN MANGGARAI TIMUR]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Fkm.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[6905]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-29 14:38:30]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-30 22:26:59]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>