<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="7483">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KARAKTERISTIK DAN FUNGSI TUTURAN RITUAL ADAT AHAR DALAM MASYARAKAT DESA  ATAKORE]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>REINELDIS WONA LEJAP</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KAROLUS BUDIMAN JAMA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HENDRIKUS JEHANE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Marselus Robot</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Drs. Hendrikus Jehane, M.Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus B. Jama</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi + 73 Hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian yang dilakukan oleh penulis berjudul “Karakteristik dan Fungsi Tuturan Ritual Adat Ahar.” Alasan penulis mengerjakan penelitian ini adalah,
karena penulis mengamati bahwa tuturan ritual adat Ahar memiliki karakteristik yang unik, yakni: gaya bahasanya yang menarik untuk didengar dan tuturannya mengacu pada puisi-puisi atau uangkapan hati rakyat. Adapun yang menjadi tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah, untuk memperoleh pengetahuan tentang karakteristik dan fungsi tuturan ritual adat Ahar. Penulis sendiri dalam penelitian ini menetapkan 6 konsep, yakni: karakteristik, fungsi, tuturan, ritual, Ahar, dan teori tentang Semiotika Roland Barthez. Kelima keonsep ini yang menjadi acuan bagi penulis untuk melakukan interpretasi pada hasil-hasil penelitian yang ditemukan selama melakukan observasi dan wawancara. Dalam usaha untuk menyelesaikan penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitiannya berlangsung di Desa Atakore, Kabupaten Lembata. Dalam menggunakan metode deskriptif, penulis sendiri melakukan wawancara terhadap para informan dan melakukan observasi terhadap cara mereka dalam mempraktekkan tuturan ritual adat Ahar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, penulis menemukan bahwa tuturan adat ritual Ahar mempunyai keunikan tersendiri, yakni: gaya bahasanya bersifat paralelisme, dalam hal ini penulis melihat gaya bertuturnya enak didengar dan tekesan indah untuk menjadi warisan budaya bagi generasi selanjutnya. Kemudian temuan lainnya adalah, jenis teksnya berisikan tulisan-tulisan berupa syair rakyat. Terkait dengan fungsi tuturan, penulis menemukan bahwa tuturannya berfungsi untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (spiritual), meminta berkat dan doa-doa dari leluhur (permohonan), dan meningkatkan kebersamaan antarmasyarakat (sosial). Dengan mengacu pada temuan-temuan seperti yang tertulis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tuturan ritual adat Ahar memiliki karakteristik yang unik dan fungsinya yang sifatnya komunikatif sekaligus spiritual. Melihat kesimpulan tersebut, maka penulis menyarankan supaya para generasi muda di Lembata, khususnya di desa Atakore mampu untuk melesatarikan budaya tersebut dengan cara belajar untuk mempraktekkannya.</note>
<classification><![CDATA[882.01]]></classification><ministry><![CDATA[88201]]></ministry><studentID><![CDATA[1701010077]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220623]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[882.01 Lej K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="9842" url="" path="/88201-S1-1701010077-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[KARAKTERISTIK DAN FUNGSI TUTURAN RITUAL ADAT AHAR DALAM MASYARAKAT DESA ATAKORE]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_bahasa_dan_sastra_indonesia.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[7483]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-07-15 13:47:46]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-07-16 13:48:55]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>