<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="7777">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Nilai-Nilai Sosial Budaya Dalam Tradisi Pengolahan  Pertanian Lahan Kering Dan Etos Kerja Petani Di Desa  Fatukoko Kabupaten Timor Tengah Selatan]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ARWINDO F. X THIUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dorcas Langgar</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Petrus Ly</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>LEONARD LOBO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 106 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana tradisi pengolahan pertanian lahan kering di Desa Fatukoko, Kabupaten Timor Tengah Selatan? (2) Bagaimana etos kerja petani di Desa Fatukoko, Kabupaten Timor Tengah Selatan ? (3)Nilai sosial budaya apa saja dalam pengolahan pertanian lahan kering di Desa Fatukoko, Kabupaten Timor Tengah Selatan?. Dalam menjalankan penelitian dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsian tradisi pengolahan pertanian lahan kering di Desa Fatukoko Kabupaten Timor Tengah Selatan (2) Mendeskripsikan etos kerja petani lahan kering di Desa Fatukoko Kabupaten Timor Tengah Selatan (3) Mendeskripsikan nilai sosial budaya dalam pengolahan pertanian lahan kering di Desa Fatukoko, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dalam menyukseskan penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif  kualitatif. Dengan sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh langsung dari informan melalui wawancara dan sekunder yaitu data yang diperoleh dari Desa. Peneliti menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang bermaksud untuk mengumpulkan data sesuai dengan masalah penelitian. Hasil ini menunjukan bahwa tradisi pengolahan, lahan kering terdiri dari beberapa tahap di awali dengan aktifitas awal yaitu: penebasan lahan (ote nono hau ana), pembakaran lahan disertai pemberkatan tanah (afu) pada raja Sombai (Usif) yaitu pada tempat suci (kau niki), pemilihan bibit, ritual meminta hujan (Toit Ulan), lalu menanam, membersihkan lahan kebun (tofa lele), memanen hasil (seke pena), mengumpulkan hasil (kaibu pena), minyimpan dan mempersembahkan hasil panen. Selain itu dalam tradisi pengolahan pertanian pada Desa Fatukoko menjadi suatu pandangan hidup masyarakat setempat. . Keberhasilan yang dimiliki petani merupakan hal penting untuk dipertahankan dalam usaha peningkatan etos kerja. Oleh karena itu petani di Desa Fatukoko Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki etos kerja yang tinggi dilihat dari setiap usaha keras dan semangat kerja pada setiap kegiatan rutin petani sehari-hari. Dalam setiap kegiatan rutin sehari-hari maka 
tentunya semua memiliki nilai dan makna. Namu dalam tradis pengoilahan pertanian lahan kering di desa fatukoko mengandung beberapa nilai sosial budaya antara lain: Nilai Gotong royang dan nilai Religi. Nilai gotong royong meliputi; nilai kebersamaan,nilai persatuan, nilai tolong menolong dan nilai sosialisasi sedangkan nilai religi bersifat universal.
Kata Kunci : Nilai Sosial Budaya, Tradisi Pengolahan, Lahan Kering, Etos Kerja Petani</note>
<classification><![CDATA[87205]]></classification><ministry><![CDATA[87205]]></ministry><studentID><![CDATA[1701070078]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220513]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.05 THI N]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="10242" url="" path="/87205-S1-1701070078-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM TRADISI PENGOLAHAN  PERTANIAN LAHAN KERING DAN ETOS KERJA PETANI DI DESA  FATUKOKO KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[pkn.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[7777]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-07-21 17:04:23]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-07-22 08:30:06]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>