<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="8111">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Sejarah Perjuangan Rakyat Kerajaan Amanuban Di   Kolbano Melawan Belanda Pada Tahun 1907]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SILVIANA HILDA TUALAKA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DJAKARIAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Joni J. A. Ninu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Djakariah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fransina Aprilyse Ndoen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Joni J. A. Ninu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 45 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) faktor penyebab terjadinya perang Kolbano, (2) proses jalannya perang Kolbano, dan (3) sikap Raja Amanuban dalam merespon perlawanan tersebut. Lokasi dalam penelitian ini adalah di kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan yang dipusatkan di Desa Kolbano. Sumber data penelitian ini adalah Sumber data primer dan Sumber skunder. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumen. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, dan yang menjadi informen adalah tua adat, dan keturunan-keturuan dari tokoh perang. Teknik analisis data adalah analisis histori. Hasil  penelitian ini  menunjukkan bahwa (1) terjadinya perang Kolbano dikarenakan tentara Belanda datang ke Kolbano untuk melakukan pemusnahan “senapan tumbuk” (senapan tradisional) yang dimiliki masyarakat Kolbano, penagihan denda kepada Temukung Kolbano Boi Kapitan senilai f. 500 rupiah, wajib menanam beberapa jenis tanaman yang sulit tumbuh di daerah Kolbano, rakyat harus mengikuti kerja rodi/paksa untuk pembukaan jalan raya. (2) proses jalannya perang terjadi 2 kali pertempuran. Perang pertama terjadi di desa Kolbano pada tanggal 26 Oktober 1907. Perang ini banyak menimbulkan korban jiwa dari pihak Belanda sebanyak 16 orang tentara. Perang kedua terjadi di wilayah bagian Nununamat pada tanggal 11 November 1907. Perang ini merupakan serangan balik dari pihak Belanda. Dampak dari perang ini yaitu 80 orang dari masyarakat Kolbano, mereka dikawal dengan ketat oleh tentara Belanda lalu dibawa menuju pantai untuk dimuat di kapal laut lalu dibuang. Boi Kapitan sebagai pemimpin perang pun termasuk dibawa dan dibuang hingga tidak diketahui keberadaan mereka hingga saat ini. (3) respon Raja Amanuban Bill Nope atas perlawanan rakyat Kolbano melawan Belanda, sebagai Raja (Usif) Amanuban, Raja Bil Nope menolak adanya peraturan-peraturan dari pemerintah yang memberatkan masyarakat. Pada dasarnya seluruh rakyat Kolbano mulai dari rakyat biasa hingga para Meo dan Amaf pun merasa sangat keberatan dengan program-program yang hendak diterapkan Belanda seperti yang telah disebutkan.

Kata Kunci : Sejarah, Perjuangan, Masyarakat, Kerajaan.</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1601090095]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220520]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 AKA S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="10659" url="" path="/872.01-S1-1601090095-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Sejarah Perjuangan Rakyat Kerajaan Amanuban Di   Kolbano Melawan Belanda Pada Tahun 1907]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER-1601090095-SKRIPSI.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[8111]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-07-27 16:22:16]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-08-05 15:19:38]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>