<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="8249">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Praktek Toat Luluf Liuf Siuk Sebagai Pengendalian Sosial Bagi Pelaku Penyimpangan Sosial Di Desa Sekon Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sefarino Sugitro Bone</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JOSEP EMANUEL JELAHUT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>IMANTA I PERANGINANGIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Josep Emanuel Jelahut</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Imanta I Peranginangin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hotlif Arkilaus Nope</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XIV+66 HLM]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini berjudul “Praktek Toat Luluf Liuf Siuk Sebagai Pengendalian Sosial bagi Pelaku Penyimpangan di Desa Sekon, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara. Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah dampak praktek toat luluf liuf siuk sebagai pengendalian sosial bagi pelaku penyimpangan serta dampak bagi kehidupan masyarakat di Desa Sekon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak praktek toat luluf liuf siuk sebagai pengendalian sosial bagi pelaku penyimpangan. Jenis penelitian adalah kualitatif  pada informan dilapangan yang menghasilkan data secara deskriptif  yakni gambaran tentang praktek toat luluf liuf siuk sebagai pengendalian sosial bagi pelaku penyimpangan. Penentuan informan secara purposive sampling  yaitu atas dasar penelitian bahwa para informan mengetahui  secara baik permasalahan yang diteliti. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dengan informan serta studi dokumentasi. Teori yang digunakan dalam pisau analisis yaitu Teori kontrol sosial adalah Teori mengusulkan bahwa mengeksploitasi  proses sosialisasi dan pembelajaran sosia serta membangun kontrol diri dan mengurangi kecendrungan untuk menikmati perilaku yang diakui sebagai antisosial, dengan kata lain bahwa teori ini berfungsi untuk menekan terjadinya hal-hal yang tidak selaras dengan nilai-nilai atau aturan yang sudah disepakati bersama. Penyimpangan sosial yang terjadi di selesaikan sesuai dengan aturan maupun norma yang di buat oleh masyarakat Desa Sekon dan berlaku bagi masyarakat apabila melakukan penyimpangan sosial maka di kenakan sanksi adat atau denda adat sebagai perwujudan dari kearifan lokal yang masih terus dijaga.pemerintah desa, kepala adat maupun para orang tua yang di anggap mengerti dan pemahaman tentang nilai-nilai kebudayaan harus terus memberikan sosialisasi terkai nilai-nilai, dan norma-norma kebudayaan sehingga masyarakat yang belum sadar akan perbuatan yang akan menimbulkan penyimpangan dapat di hindarkan dan juga setelah pelaku di denda oleh sanksi adat para tokoh-tokoh adat wajib berinteraksi dengan mereka untuk lebih menyadarkan mereka agar tidak dapat terjadi lagi kesalahan yang sama.</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1603030054]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220615]]></identifier><departementID><![CDATA[FISIP]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Bon P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="10836" url="" path="/69201-S1-1603030054-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Praktek Toat Luluf Liuf Siuk Sebagai Pengendalian Sosial Bagi Pelaku Penyimpangan Sosial Di Desa Sekon Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[8249]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-07-29 01:25:41]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-08-03 09:05:51]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>