<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="8296">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Disparitas Pidana Dalam Perkara Tindak Pidana Terhadap Anak Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak (Studi Putusan Pengadilan Negeri Larantuka)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>BARBARA LETO TUKAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KAROLUS KOPONG MEDAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDEPEL PETRUS LEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Rudepel Petrus Leo, S.H.,M.Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Nikolas Manus.,S.H.,M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 61 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Putusan  hakim  dalam  perkara  pidana  anak  pada  prakteknya  terjadi  disparitas pemidanaan. Oleh karena itu, masalah penjatuhan hukuman tidak hanya penting bagi hakim dan proses peradilan, namun juga bagi proses hukum secara keseluruhan terutama dalam hal penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab dan upaya penanggulangan adaya disparitas pidana dalam perkara pidana anak. Jenis penelitiannya adalah penelitian yuridis empiris sehingga pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi kepustakaan kemudian dianalisis dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  Faktor yang menyebabkan terjadinya disparitas pidana dalam kasus tindak pidana terhadap anak adalah faktor internal dan eksternal, yaitu dari dalam diri hakim itu sendiri dan faktor eksternal, yaitu faktor hukum atau peraturan perundang-undangan sendiri maupun faktor pada diri pelaku/ terdakwa. Salah satu permasalahan dalam hukum pidana yang dimungkinkan mendapat perhatian besar dari kalangan penegak hukum adalah mengenai masalah disparitas pidana yang merupakan suatu perbedaan pidana (disparaty of sentencing) yang terlalu mencolok yang dijatuhkan oleh hakim-hakim terhadap para pelaku tindak pidana yang sama, srupa, sejenis tanpa pembenaran yang jelas. Disparitas pidana yang mencolok dalam pemidanaan menurut penulis, selain dapat menimbulkan rasa ketidakpuasan di pihak korban maupun pelaku atau narapidana dan juga di kalangan masyarakat.Mengingat kompleksitas dari pada kegiatan pemidanaan serta adanya pengakuan bahwa masalah pemidanaan hanyalah merupakan salah satu sub sistem didalam sistem penyelenggaraan hukum pidana, maka sebelumnya dapat diperkirakan bahwa faktor-faktor tersebut akan bersifat multi dimensional serta multi kausal. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan guna mengatasi timbulnya disparitas pidana, perlu diketahui terlebih dahulu faktor penting penyebab timbulnya disparitas pidana tersebut, adapun faktor tersebut yakni: Disparitas pidana itu dapat dimulai dari hukum itu sendiri. 

Kata Kunci: Disparitas dan Persetubuhan</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1802010098]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220628]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 TUK D]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="10904" url="" path="/74201-S1-1802010098-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Disparitas Pidana Dalam Perkara Tindak Pidana Terhadap Anak Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak (Studi Putusan Pengadilan Negeri Larantuka)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[8296]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-07-29 21:50:46]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-07-31 17:14:20]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>