<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="841">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengaruh Kejut Salinitas Terhadap Pemijahan dan Kelangsungan Hidup Larva (Tripneustes gratilla)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUFINA MEO REDO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AGNETTE TJENDANAWANGI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yulianus Linggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Agnette Tjendanawangi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ade Yulita Hesti Lukas</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yulianus Linggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 39 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Bulubabi (Tripneustes gratilla) adalah salah satu biota laut dari kelas Echinoidea yang gonadnya seringkali dimanfaatkan sebagai bahan pangan bergizi tinggi dan bernilai ekonomis. Sampai saat ini bulubabi yang dijual masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam. Untuk mengimbangi penangkapan bulubabi yang berlebih maka perlu dilakukan kegiatan budidaya. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberlangsungan kegiatan budidaya adalah ketersediaan benih. Keberlanjutan budidaya bulubabi tidak bisa hanya dengan mengandalkan benih dari alam yang bersifat musiman. Agar pemijahan bulubabi dapat berlangsung diluar musim maka biasanya dilakukan rekayasa lingkungan salah satunya dengan metode kejut salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pemijahan bulubabi (T. gratilla) dengan metode kejut salinitas dan pengaruhnya terhadap pemijahan serta dampaknya terhadap kelangsungan hidup larva bulubabi (T. Gratilla). Metode yang digunakan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yakni A (diturunkan 10 ppt), B (diturunkan 5 ppt), C (dinaikkan 5 ppt), dan D (dinaikkan 10 ppt). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana Kupang. Hasil penelitian diperoleh perlakuan B (-5 ppt) dan perlakuan C (+5 ppt) pemijahan sebesar 93,3%, perlakuan A (-10 ppt) sebesar 80% dan perlakuan D (+10 ppt) tidak memijah. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa mengubah salinitas secara tiba-tiba berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pemijahan bulubabi. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa semua perlakuan tidak berbeda nyata kecuali perlakuan menaikkan salinitas sebesar 10 ppt yang berbeda nyata terhadap semua perlakuan lainnya. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kejut salinitas dapat merangsang terjadinya pemijahan bulubabi (T. gratilla) yang mana dengan menurunkan 10 ppt, menurunkan 5 ppt, dan menaikkan 5 ppt (25-40 ppt) dapat merangsang pemijahan bulubabi (T. Gratilla) secara optimal. Kejut salinitas merangsang hormon reproduksi yang selanjutnya akan merangsang sel telur untuk ovulasi dan sel sperma untuk spermiasi dan selanjutnya memijah. Namun pemijahan buatan dengan perlakuan kejut salinitas (perubahan salinitas secara mendadak) belum dapat mempertahankan kelangsungan hidup larva bulubabi (T. Gratilla) secara optimal. 
Kata Kunci: Bulubabi Tripneustes gratilla. Kejut Salinitas, Pemijahan, Kelangsungan Hidup Larva</note>
<classification><![CDATA[542.43]]></classification><ministry><![CDATA[54243]]></ministry><studentID><![CDATA[1613010118]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210525]]></identifier><departementID><![CDATA[Budidaya Perairan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.43 RED P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1097" url="" path="/54243-S1-1613010118-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Pengaruh Kejut Salinitas Terhadap Pemijahan dan Kelangsungan Hidup Larva (Tripneustes gratilla)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-bud-perairan_1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[841]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-05-29 22:22:04]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-06-03 10:43:30]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>