<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="9467">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM LEMBAGA LEGISLATIF HASIL PEMILU 2019 DI KABUPATEN FLORES TIMUR ( Studi Tentang Rendahnya Tingkat Keterwakilan Perempuan di DPRD Kabupaten Flores Timur )]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FREDERIKUS RATU DOREN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Diana S. A. N Tabun</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ananias Rion Jacob</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>AKHMAD SYAFRUDDIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 61 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Setiap kali pemilihan umum legislatif dilaksanakan selalu menghadirkan calon
leegislatif laki-laki ataupun perempuan. Pelaksanaan pemilihan legislatif di
Kabupaten Flores Timur pada tahun 2019 diperuntukan untuk merebut 30 kursi dari 500
calon yang terbagi atas 244 calon perempuan dan 256 calon laki-laki yang diusung oleh 
16 Partai politik. Berdasarkan pada Hasil pemilihan legislatif tahun 2019, jumlah kursi
terbanyak didapat oleh partai PDIP dan NASDEM dengan jumlah masing-masing 7
kursi, sedangkan jumlah caleg perempuan yang lolos untuk menjadi DPRD, hanya
diwakili oleh satu orang atas nama Ibu Maria Dominika Ona Lamoren, dari partai 
PDIP , Dapil VI Kecematan Solor Kota Larantuka .Dari Hasil ini membuktikan bawah 
sangatlah rendah keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif hasil pemilu 2019 di 
Kabupaten Flores Timur.
Tujuan penelitian ini untuk menegetahui dan mendeskripsikan rendahnya
keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif dan juga untuk mengetahui faktor
penghambat rendahnya keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif hasil pemilu 
tahun 2019 di Kabupaten Flores Timur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode Kualitatif dengan menggunakan dasar penelitian deskriptif analisis.
Adapun teori yang digunakan berdasarkan pada pandangan Marwah Daud Ibrahim,
tentang hambatan mendasar perempuan dalam berpolitik, yaitu; hambatan fisik, 
hambatan teologis dan hambtan sosial Budaya.Berdasarkan pada analisis hasil penelitian 
ditemukan bawah hambatan rendahnya keterwakilan perempuan dalam lembag legislatif
di Kabupaten Flores Timur adalah, Hambatan Budaya terutama berkaitan budayaa
patriarki di Flores Timur,hambatan dari caleg perempuan itu sendiri , berkitan dengan
ketidak seriusan perempuan untuk menjadi calon legislatif, hal ini disebabkan pada rasa
dilema perempuan Untuk memutuskan pilihan pada dunia politik atau keluarga, serta
kurangnya sumberdaya ekonomi calon perempuan khususnya uang sebagai dana
kampenye.perempuan harus serius secara sumber daya ekonomi,secara mental dan akal
sehat. Dan hambatan ketiga adalah Rendahnya peran Partai politik,dalam kaitanya untuk 
menciptakan dan merekrut kader yang berkualitas. Keterlibatan partai hanya ada 
menejelang pemilihan ,fungsi rekrutmen dan pendidikian politik belum dijalankan sebaik 
mungkin,sehinnga imbasnya pecalonan perempuan hanya untuk pemenuhan kuota 30%, 
sebagai syarat administrasi sebuah partai politik untuk ikut pemilihan umum</note>
<classification><![CDATA[672.01]]></classification><ministry><![CDATA[67201]]></ministry><studentID><![CDATA[1803040096]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220930]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[672.01 Dor F]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="12482" url="" path="/67201-S1-1803040096-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM LEMBAGA LEGISLATIF HASIL PEMILU 2019 DI KABUPATEN FLORES TIMUR ( Studi Tentang Rendahnya Tingkat Keterwakilan Perempuan di DPRD Kabupaten Flores Timur )]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-ilmu-politik.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[9467]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-10-24 15:21:43]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-10-26 10:11:55]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>