<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="9985">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pengedaran Sediaan Farmasi Tanpa Izin Edar Di Kota Kupang (Studi Terhadap Putusan Nomor 2&#47;Pid.Sus&#47;2021&#47;PN.Kpg)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Emanuel Tri Sudjirman Klau</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERYANTO AMALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ADRIANUS DJARA DIMA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Nikolas Manu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Heryanto Amalo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Adrianus Djara Dima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 68 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam masyarakat sering kali terjadi kasus dalam bidang kesehatan, salah satunya yaitu pengedaran sediaan farmasi tanpa izin edar seperti halnya yang tertuang dalam perkara putusan Nomor 2/Pid.Sus/2021/PN.Kpg. Dalam penelitian ini terdapat dua pokok masalah yang dibahas yakni: (1) Bagaimanakah penerapan sanksi dalam perkara tindak pidana pengedaran sediaan farmasi tanpa izin edar? (2) Bagaimanakah pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap tindak pidana pengedaran sediaan farmasi tanpa izin edar?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum Normatif-Empiris, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan melakukan wawancara dengan pihak terkait, kemudian data yang diperoleh dianalis secara deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan: (1) Dalam Penerapan sanksi terdakwa melanggar Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) Undang-undang Kesehatan dan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) Undangundang Perlindungan Konsumen. Terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) dijatuhi pidana penjara 2 bulan dan denda Rp. 1.000.000 yang di mana pemberian sanksi pidana tidak sesuai dengan ketentuan concursus idealis, yang mana satu perbuatan masuk lebih dari dua aturan pidana maka dikenakan ancaman pidana pokok terberat di tambah sepertiga dari acaman pidana yang terberat. Hukuman terlalu ringan dan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak menjamin bahwa terdakwa maupun masyarakat lain mengulangi perbuatan yang sama dalam perkara ini. (2) Hakim mempertimbangkan beberapa hal yakni, pertimbangan bersifat yuridis didasarkan pada Undang-undang dan fakta yang diperoleh di persidangan, danbersifat non-yuridis memperhatikan latar belakang terdakwa, akibat perbuatan terdakwa dan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.Sehubungan dengan itu maka disarankan dalam penelitian ini, hendaknya pihak Penuntut Umum dalam menyusun surat dakwaan dan tuntutan maupun Majelis Hakim diharapkan lebih teliti dalam menerapkan pidana berdasarkan concursus idealis agar putusan tersebut mengandung nilai-nilai keadilan dan kemanfaatan hukum.
Kata Kunci: Pengedaran, Sediaan Farmasi, Tanpa Izin Edar, Penerapan  sanksi, Pertimbangan Hakim</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1802010560]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20221019]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 ETS K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="13082" url="" path="/74201-S1-1802010560-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pengedaran Sediaan Farmasi Tanpa Izin Edar Di Kota Kupang (Studi Terhadap Putusan Nomor 2/Pid.Sus/2021/PN.Kpg)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[IMG-20221104-WA0023.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[9985]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-11-02 13:26:26]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-11-04 10:38:54]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>