Komposisi Nutrisi, Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik , Produksi NH3 dan VFA In Vitro Kulit Buah Kopi Hasil Fermentasi dengan Penambahan Zn – Cu Isoleusinat. Prosiding Joint Seminar. Seminar Nasional Himpunan Ilmuan tumbuhan Pakan Indonesia ke 8 Seminar Nasional Peternakan ke 5 Konggres Himpunan ilmuan Tanamana Pakan Indonesia 3 Kupang

Detail Cantuman

Prosiding

Komposisi Nutrisi, Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik , Produksi NH3 dan VFA In Vitro Kulit Buah Kopi Hasil Fermentasi dengan Penambahan Zn – Cu Isoleusinat. Prosiding Joint Seminar. Seminar Nasional Himpunan Ilmuan tumbuhan Pakan Indonesia ke 8 Seminar Nasional Peternakan ke 5 Konggres Himpunan ilmuan Tanamana Pakan Indonesia 3 Kupang

XML

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas kulit buah kopi yang telah dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu: 1) fermentasi kulit buah kopi dengan Aspergilus niger dan Tricoderma reesei serta kombinasinya untuk mengetahui nilai nutrient, dan 2) percobaan in vitro untuk menghasilkan KKF yang memberikan respon terbaik terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, produksi NH3 dan VFA. Percobaan in vitro dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan pada percobaan in vitro adalah P1= kulit buah kopi (KBK) tanpa fermentasi; P2 = KBK difermentasi Aspergilus niger; P3= KBK difermentasi Tricoderma reesei; P4= KBK difermentasi Aspergilus niger dan Tricoderma reesei; P5= KBK difermentasi Aspergilus niger + Zn-Cu isoleusinat; P6= KBK difermentasi Tricoderma reesei + Zn-Cu isoleusinat; P7= KBK difermentasi Aspergilus niger dan Tricoderma reesei + Zn-Cu isoleusinat.
Parameter yang diukur adalah nilai nutrisi kulit buah kopi dengan dan tanpa fermentasi, kecernaan bahan kering (BK) dan bahan organik (BO). Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Penelitian menunjukan bahwa kandungan protein kasar pada P2, P3 dan P4 mengalami peningkatan dari 6,3%- 39,6%. Hasil fermentasi P5 terjadi peningkatan PK dari 9,6% tanpa fermentasi menjadi 13,4%. Kandungan NDF dan ADF kulit kopi menurun dari 93,0% dan 82,1% tanpa fermentasi menjadi 79,9% dan 71,8% dengan fermentasi. Sedangkan produksi N-NH3 memberikan hasil yang tidak berbeda nyata. Tetapi terjadi peningkatan produksi VFA antar perlakuan. Demikian juga dengan KCBK (52,66 vs 67,82%) dan KCBO (54,69 vs 60,84%).
Disimpulkan bahwa kulit buah kopi yang merupakan produk fermentasi oleh Aspergilus niger yang ditambah Zn-Cu isoleusinat memberikan respon terbaik terhadap nilai nutrient, KCBK dan KCBO in vitro.

Kata kunci : Kulit Buah Kopi, Aspergilus niger dan Tricoderma reesei


Detail Information

Item Type
Prosiding
Penulis
1. G.A.Y. Lestari - Personal Name
2. Ahmad Saleh - Personal Name
3. Erna Hartati - Personal Name
4. Markus M. Kleden - Personal Name
Student ID
196404211990031004
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
54231
Edisi
Published
Departement
Peternakan
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit UPT Perpustakaan Undana : Kupang.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
442.01 KLE P
Copyright
Individu Penulis
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail


SELAMAT DATANG DI REPOSITORY UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA