Skripsi
Makna Simbolik Masang Sebagai Media Komunikasi Masyarakat (Studi Fenomenologi Masyarakat Kampung Adat Takpala)
XMLTradisi tifoltol merupakan suatu upacara adat yang dilakukan di kampung adat Takpala salah satu ritual adat yang sampai dengan saat ini masih tetap di pertahankan oleh masyarakat kampung adat Takpala. Ritual Tifoltol merupakan salah satu tradisi penting dalam pembukaan lahan baru. Ritual ini memiliki makna mendalam yang tidak hanya berkaitan dengan aspek agraris, tetapi juga spiritualitas dan komunikasi dengan leluhur serta kekuatan gaib. Tifoltol menjadi sarana bagi masyarakat untuk memohon izin dari alam semesta sebelum memulai aktivitas proses pertanian hingga masa panen agar mendapat perlindungan serta berkat berlimpah. Ritual ini merupakan suatu bentuk permohonan dan penghormatan terhadap leluhur. Dalam pelaksanaan ritual Tifoltol, Masang digunakan sebagai media utama dalam komunikasi dengan leluhur dan entitas spiritual. Masang, yang dihiasi dengan sesajen berupa hasil bumi dan benda-benda sakral, menjadi tempat penghubung antara dunia fisik dan dunia gaib. Penggunaan Masang ini berfungsi sebagai titik pusat tempat terjadinya interaksi spiritual, di mana doa, persembahan, persatuan dan berbagai simbol ritual ditujukan untuk memperoleh berkah dan perlindungan bagi proses pembukaan lahan. Paradigma yang digunakan adalah paradigma interpretatif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan data diperoleh dari yang ada di lapangan dapat melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori Interkasi simbolik. Hasil penelitian menunjukan dalam proses upacara adat tifoltol adalah satu upacara adat yang masih di wariskan sampai sekarang tradisi tersebut merupakan permohonan kepada leluhur dan sang pencipta agar hasil panen yang akan mereka lakukan tidak mendapatkan rintangan atau hambatan apapun melainkan mendapatkan hasil yang melimpah. Ritual tersebut di awali dengan pembantaian hewan kurban di atas Masang hingga ritual tersebut diiringi dengan tarian lego-lego dengan saling bergandengan tangan satu sama lainnya. Tarian disertai dengan mengucapkan doa-doa dan pantun dengan gerakan melingkar mengelilingi Masang yang menunjukkan satu persatuan dan kedamaian. Masang berfungsi sebagai titik pusat untuk menyampaikan permohonan, harapan, atau doa kepada leluhur, karena dianggap lebih mudah untuk mengelilingi atau mempengaruhi area yang lebih kecil (Masang) daripada dunia yang lebih besar dan kompleks. Karena pada pemahaman orang dahulu bahwa tidak bisa seseorang memohon kepada Tuhan di dunia yang luas ini tetapi mereka membuat suatu tempat kecil yang di yakini mereka sebagai pusat permohonan mereka akan di dengar. Pemaknaan Masang merupakan suatu sarana penghubung dan sumber segala permohnan antara manusia dengan sang pencipta dan pemberi kehidupan.
Kata Kunci :Tifoltol, Interakasi simbolik, fenomenologi,Masang
Detail Information
Item Type |
Skripsi
|
---|---|
Penulis |
BENEDIKTUS JANDRES SASI - Personal Name
|
Student ID |
2003050173
|
Dosen Pembimbing |
HOTLIF ARKILAUS NOPE - 197711242005011002 - Dosen Pembimbing 1
Emanuel S. Leuape - 198812262020121008 - Dosen Pembimbing 2 |
Penguji |
Hotlif Arkilaus Nope - 197711242005011002 - Ketua Penguji
Emanuel S. Leuape - 198812262020121008 - Penguji 1 Yermia Djefri Manafe - 197003032005011001 - Penguji 2 |
Kode Prodi PDDIKTI |
70201
|
Edisi |
Published
|
Departement |
Ilmu Komunikasi
|
Kontributor | |
Bahasa |
Indonesia
|
Penerbit | UPT Perpustakaan Undana : Kupang., 2024 |
Edisi |
Published
|
Subyek | |
No Panggil |
702.01 SAS M
|
Copyright |
Individu Penulis
|
Doi |