Skripsi
Pelayanan Publik Dalam Rumah Tahanan Negara (Studi Pada Pemenuhan Kebutuhan Biologis Bagi Narapidana Di Rutan Kelas II B Ruteng)
XMLRumah Tahanan Negara sebagai perpanjangan tangan Negara dalam melayani tahanan yang sementara menjalani proses hukum, memiliki tugas pokok untuk melaksanakan perawatan terhadap tersangka atau terdakwa. Selain tugas pokok tersebut, terdapat tanggung jawab untuk membentuk narapidana agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Namun sering dijumpai dalam Rutan bahwa hak-hak narapidana belum diberikan sesuai dengan hak mereka sebagai warga negara misalnya hak seksual bagi narapidana. Hal ini terjadi karena ada beberapa faktor yang mendasarinya yaitu, kurangnya pemahaman petugas atas ketentuan undang-undang tentang hak asasi manusia dan bahkan oleh narapidana itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Rutan Ruteng Standar Pelayanan Pemasyarakatan seperti CMK yang dilaksanakan di Rutan Kelas II B Ruteng tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal itu terjadi lantaran adanya syarat-syarat yang cukup ketat dan narapidana harus menempuh sidang untuk pengajuan CMK tersebut. Selain itu, warga binaan lebih tertarik untuk mengajukan PB, CB, maupun CMB dikarenakan mereka langsung dapat kembali ke masyarakat. Di Rutan Ruteng tidak adanya fasilitas khusus atau bilik asmara untuk memenuhi kebutuhan biologis narapidana karena dibatasi atutran. Hal ini menyebabkan mereka menyalurkan hasrat seksualnya dalam beberapa cara. Ada di antara mereka yang mengaku lebih memilih menyalurkan hasrat secara mandiri (onani), ataupun dengan sikap memanfaatkan aktifitas sebagai cara untuk meredam dan mengalihkan pikiran mereka. Pelayanan kesehatan di Rutan Ruteng, masih belum optimal. Hal ini tejradi karena berbagai keterbatasan seperti kurangnya tenaga kesehatan. Tetapi dalam praksisnya, layanan kesehatan di Rutan Ruteng tidak hanya mencakup pemeriksaan penyakit umum, tetapi juga melibatkan skrining infeksi menular seksual (IMS) sebagai bentuk kepedulian untuk warga binaan. Meskipun dari beberapa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan telah dilakukan di rutan ruteng, tidak ditemukan kasus penyakit menular seksual (PMS) pada narapidana.
Kata Kunci: Standar Pelayanan Pemasyarakatan, Pemenuhan Kebutuhan Biologis Narapidana
Detail Information
Item Type |
Skripsi
|
---|---|
Penulis |
FILOMENA OKTAVIANI OJA - Personal Name
|
Student ID |
2103010007
|
Dosen Pembimbing |
Laurensius P. Sayrani - 197802052006041002 - Dosen Pembimbing 1
belandina I. Long - - Dosen Pembimbing 2 |
Penguji |
Laurensius P. Sayrani - 197802052006041002 - Ketua Penguji
BELANDINA I. LONG - - Penguji 1 Theny I. B. Kurniati Pah - 19900405 201903 2 030 - Penguji 2 |
Kode Prodi PDDIKTI |
63201
|
Edisi |
Published
|
Departement |
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
|
Kontributor | |
Bahasa |
Indonesia
|
Penerbit | UPT Perpustakaan Undana : Kupang., 2025 |
Edisi |
Published
|
Subyek | |
No Panggil |
632.01 OJA P
|
Copyright |
Individu Penulis
|
Doi |