Skripsi
Upaya Kepolisian Dalam Penanggulangan Premanisme Dalam Bentuk Pemerasan Terhadap Pemilik Kios Dan Warung Di Kelurahan Liliba, Kota Kupang
XMLAgresivitas premanisme di Kota Kupang, tidak jarang sampai pada perbuatan anarkisme ini biasa terjadi disebabkan tidak terpenuhinya keinginan para pereman untuk bisa memperoleh uang atau barang hasil pemerasan dari pihak yang ditargetkan. Rumusan masalah yakni: (1) Bagaimanakah upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam penanggulangan aksi premanisme dalam tindak pidana pemerasan terhadap pemilik kios dan warung di Kelurahan Liliba, Kota Kupang. (2) Apakah kendala yang dialami pihak kepolisian dalam menanggulangi aksi premanisme dalam tindak pidana pemerasan terhadap pemilik kios dan warung di Kelurahan Liliba, Kota Kupang.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris yaitu mengkaji upaya serta kendala yang dihadapi kepolisian dalam penanggulangan aksi premanisme dalam tindak pidana pemerasan terhadap pemilik kios dan warung di Kelurahan Liliba, Kota Kupang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kepolisian melakukan upaya secara represif dan preventif yaitu melakukan aksi cepat tanggap ketika ada masayarakat yang melapor, meningkatkan frekuensi patroli di area-area yang dianggap rawan, penambahan jumlah personil ketika sedang berpatroli, memberikan palatihan khusus kepada para anggotanya, memanfaatkan teknologi berupa kamera CCTV, kerjasama dengan masyarakat dan pemilik kios atau warung dalam menciptakan sistem pelaporan yang efektif, penyuluhan hukum kepada masyarakat, penegakkan hukum secara tegas, melakukan rehabilitasi dan pembinaan bagi para pelaku premanisme, melakukan evaluasi secara berkala terhadap sistem dan strategi penanggulangan yang diterapkan (2) Ada delapan kendala yang sering dihadapi yaitu: faktor budaya mabuk masyarakat, faktor sosial-ekonomi masyarakat yang rendah, kurangnya kepercayaan dan kesadaran masyarakat terhadap hukum, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian, pendidikan hukum masyarakat yang rendah, keterbatasan teknologi, masalah pengumpulan barang bukti, dan faktor sarana pendukung. Saran yang diajukan sebaiknya pihak kepolisian menambah jumlah personel dan lebih sering melakukan patroli, investasi dalam teknologi, seperti kamera CCTV, sistem pelaporan berbasis aplikasi dan meningkatkan program edukasi hukum bagi masyarakat, khususnya pemilik kios dan warung untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang hak-hak mereka dan langkah-langkah yang perlu diambil jika menjadi korban pemerasan.
Kata kunc i: Upaya kepolisian, premanisme, pemerasan, upaya penanggu langan, pemilik kios atau warung
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
MUHAMMAD ARIF MAULANA SINCAN - Personal Name
|
| Student ID |
2002010229
|
| Dosen Pembimbing |
HERYANTO AMALO - 196511301992031002 - Dosen Pembimbing 1
ROSALIND ANGEL FANGGI - 198112122005012002 - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji |
Heryanto Amalo, S.H., M.H - 19651130 199203 1 002 - Ketua Penguji
ROSALIND A. FANGGI, S.H., M.H. - 198112122005012002 - Penguji 1 Deddy R.Ch. Manafe, S.H.,M.Hum. - 19660607 199603 1 002 - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
74101
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Ilmu Hukum
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | UPT Perpustakaan Undana : Kupang., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
742.01 SIN U
|
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







