Perspektif Psikoanalisis Pada Perilaku Tokoh Utama Film Nyanyian Pohon Lontar Berlatar Sabu Raijua (Analisis Semiotika Roland Barthes)

Detail Cantuman

Skripsi

Perspektif Psikoanalisis Pada Perilaku Tokoh Utama Film Nyanyian Pohon Lontar Berlatar Sabu Raijua (Analisis Semiotika Roland Barthes)

XML

Film adalah salah satu media yang mampu merekam dan memuat berbagai peristiwa dalam masyarakat, sekaligus mempresentasikan aspek-aspek kehidupan seperti budaya, sosial, hukum, pendidikan, moral, dan nilai kebudayaan. Film sering digunakan sebagai alat untuk mengkritisi konflik sosial dengan tujuan mendorong perubahan dalam masyarakat. Salah satu film yang mengangkat isu sosial dan budaya adalah Nyanyian Pohon Lontar, yang menceritakan kisah Nabula, seorang gadis berusia 17 tahun yang terjebak dalam konflik batin antara tuntutan ekonomi dan pertentangan sosial budaya di pulau Sabu Raijua. Tradisi menyadap pohon lontar, hanya diperbolehkan dilakukan oleh pria, menjadi pusat konflik dalam film ini, mencerminkan dominasi patriarki dalam budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan aspek Id, Ego, dan Superego dalam karakter Nabula menggunakan teori psikoanalisis Freud. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang fokus pada lima scene dan tujuh adegan utama dalam film tersebut. Data dikumpulkan melalui teknik menonton dan mencatat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek Id tercermin dalam adegan perilaku dorongan Nabula untuk memenuhi kebutuhan keluarganya melalui tindakan saat ia memasang bohlam, naik pohon dan menyadap pohon lontar berdoa serta nyanyian ratan yang ia panjatkan. Meskipun bertentangan dengan norma sosial. Aspek Ego terlihat dalam beberapa adegan berperan dalam menyeimbangkan dorongan Id dengan kenyataan, meyakinkan ibunya, memberitahu ayahnya akan habisnya ketersediaan gula dan menyuruh ayahnya berpikir realitas bahwa mereka membutuhkan uang. Sedangkan Superego Nabula terlihat dalam adegan dimana pemberian hasil nira yang diberikan kepada ayahnya menggambarkan perjuangannya untuk menyeimbangkan nilai moral dan sosial, yang mengharuskan penghormatan terhadap norma keluarga dan masyarakat, meskipun harus melanggar tradisi patriarki.
Kata Kunci : Perspektif, Psikoanalisis, Perilaku, Tokoh Nabula, Semiotika.


Detail Information

Item Type
Skripsi
Penulis
Revi Marisca Logo - Personal Name
Student ID
2103050090
Dosen Pembimbing
MONIKA WUTUN,S.Sos.,M.I.Kom - 198301112014042001 - Dosen Pembimbing 1
Herman E. Seran - 199110142022031006 - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Monika Wutun, S,Sos, M.I.Kom - 19830111 201404 2 001 - Ketua Penguji
Herman E. Seran - 199110142022031006 - Penguji 1
Mas Amah - 197906172008012020 - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
70201
Edisi
Published
Departement
Ilmu Komunikasi
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit UPT Perpustakaan Undana : Kupang.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
702.01 Log P
Copyright
Individu Penulis
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail


SELAMAT DATANG DI REPOSITORY UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA