Skripsi
Eksistensi Bahasa Sabu dalam Masyarakat Multikultural di Kota Kupang (Studi Kasus Pada Masyarakat Sabu Di RT 28, RW 08, Kelurahan Tuak Daun Merah, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang)
XMLJudul Skripsi ini ialah Eksistensi Bahasa Sabu dalam Masyarakat Multikultural di Kota Kupang (Studi Kasus Pada Masyarakat Sabu Di Rt 28, Rw 08, Kelurahan Tuak Daun Merah, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang). Penelitian ini berangkat dari permasalahan semakin menurunnya penggunaan bahasa daerah, khususnya Bahasa Sabu, di tengah masyarakat multikultural Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Eksistensi Bahasa Sabu dalam Masyarakat Multikutural di Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatifdengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kepada 12 orang informan yang ditentukan mengggunakan purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif melalui beberapa tahap yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting, Pertama, jumlah penutur Bahasa Sabu terus mengalami penurunan, yang disebabkan oleh melemahnya transmisi antar generasi; banyak orang tua tidak lagi mengajarkan bahasa tersebut kepada anak-anak mereka, sementara generasi muda lebih memilih menggunakan Bahasa Indonesia yang dianggap lebih praktis dan dominan dalam lingkungan sosial mereka. Kedua, penggunaan Bahasa Sabu dalam ranah sosial dan budaya semakin terbatas dan hanya muncul pada konteks tertentu, seperti dalam ritual adat atau percakapan antar orang tua, sementara Bahasa Indonesia mendominasi ranah pendidikan, media, dan komunikasi umum, sehingga mempercepat pergeseran bahasa. Ketiga, sikap generasi muda terhadap Bahasa Sabu cenderung pasif; meskipun sebagian memahami nilai budaya bahasa tersebut, kurangnya kemauan dan keterampilan berbahasa membuat mereka jarang menggunakannya, sehingga kesadaran kolektif untuk mempertahankan bahasa ini masih rendah, terutama di kalangan masyarakat urban. Keempat, dukungan institusional dan dokumentasi terhadap pelestarian Bahasa Sabu masih sangat terbatas, karena kurangnya program pembelajaran, dokumentasi, dan ruang praktik berbahasa, yang pada akhirnya menyebabkan Bahasa Sabu semakin terpinggirkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kata kunci: Bahasa Sabu, masyarakat multikultural, pelestarian bahasa daerah, Kota
Kupang, eksistensi bahasa.
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
JHON WILLIAM DANIEL HAU BALE - Personal Name
|
| Student ID |
2103030043
|
| Dosen Pembimbing |
Herman Y. Utang - 196602212006041001 - Dosen Pembimbing 1
LENNY SOFIA BIRE MANOE - 198009152005012003 - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji |
Herman Y. Utang - 196602212006041001 - Ketua Penguji
Lenny Sofia Bire Manoe - 198009152005012003 - Penguji 1 Yosep Emanuel Jelahut - 196412241992031003 - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
69201
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Sosiologi
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | UPT Perpustakaan Undana : Kupang., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
692.01 Bal E
|
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







