TATA KELOLA SUMBER DAYA AIR LOKAL (Studi Tentang Tata Kelola Air Bersih Pada Masa Kepemimpinan Jefirstson R. Riwu Kore dan Hermanus Man Periode 2017-2022)

Detail Cantuman

Skripsi

TATA KELOLA SUMBER DAYA AIR LOKAL (Studi Tentang Tata Kelola Air Bersih Pada Masa Kepemimpinan Jefirstson R. Riwu Kore dan Hermanus Man Periode 2017-2022)

XML

Penelitian ini membahas tata kelola sumber daya air lokal dengan fokus pada pengelolaan air bersih di Kota Kupang selama masa kepemimpinan Jefirstson R. Riwu Kore dan Hermanus Man periode 2017–2022. Kota Kupang menghadapi krisis air bersih yang kompleks akibat keterbatasan sumber air baku, penurunan kualitas air, urbanisasi pesat, serta privatisasi air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan tata kelola air bersih melalui model Pentahelix, serta menganalisis implementasi kebijakan menggunakan model Van Meter dan Van Horn.
Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori governance serta model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan kebijakan, serta model Pentahelix untuk melihat sinergi multipihak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kebijakan strategis dalam RPJMD Kota Kupang, implementasinya belum berjalan optimal. Pemerintah Kota Kupang telah melakukan berbagai upaya seperti penyusunan kebijakan dalam RPJMD dengan target cakupan layanan air bersih 100% pada tahun 2020, pembangunan infrastruktur air baku, kerja sama dengan pemilik sumur bor, serta perjanjian kerja sama dengan PDAM Kabupaten Kupang.
Output dari kebijakan tersebut antara lain adalah bertambahnya kapasitas produksi air melalui Perumda Air Minum Kota Kupang, peningkatan jumlah pelanggan aktif, serta terjalinnya kemitraan dengan masyarakat dan sektor swasta dalam pengadaan air. Namun, outcome yang dicapai belum maksimal. Hal ini terlihat dari masih tingginya kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan air bersih, serta persepsi publik yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap layanan air. Keterlibatan unsur Pentahelix telah terjadi, namun belum terkoordinasi secara sistematis. Kinerja tata kelola dinilai belum efektif akibat lemahnya koordinasi, keterbatasan anggaran, dan belum optimalnya partisipasi masyarakat.
Kata Kunci: Tata Kelola Air Bersih, Pentahelix, Implementasi Kebijakan.


Detail Information

Item Type
Skripsi
Penulis
Muliasti Pasyadiah Hasan - Personal Name
Student ID
1803040048
Dosen Pembimbing
RUDI ROHI - 197709142008121001 - Dosen Pembimbing 1
Boli Tonda Baso - 1983072202421101 - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Rudi Rohi - 197709142008121001 - Ketua Penguji
Boli Tonda Baso - 8891333420 - Penguji 1
Esrah D. N. A. Benu - 197912042009121003 - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
67201
Edisi
Published
Departement
Ilmu Politik
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit UPT Perpustakaan Undana : Kupang.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
672. 01 Has T
Copyright
Individu Penulis
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail


SELAMAT DATANG DI REPOSITORY UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA