Skripsi
Hiperrealitas Gaya Pakaian Pemuda/i Di Gereja Syalom Kupang
XMLStudi ini mengkaji mengenai “hiperrealitas gaya pakaian pemuda/I di Gereja
Syalom Kupang”. Studi ini melihat bahwa maraknya tawaran gaya berpakaian
diharapkan agar pemuda/I gereja, lebih selektif untuk memilih serta menimbang
gaya berpakaian gereja, namun ditengah tawaran gaya berpakaian yang begitu
kompleks menghantarkan sebagian pemuda/I untuk tampil dengan lebih
fashionable tanpa mempertimbangkan kelayakan. Penelitian ini dikaji
menggunakan dua rumusan masalah yakni : apa saja bentuk realitas gaya pakaian
pemuda/i gereja Syalom Kupang dan apa saja bentuk hiperrealitas gaya pakaian
pemuda/i gereja syalom Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis
serta mengetahui realitas dan bentuk hiperrealitas gaya pakaian pemuda/I di
gereja Syalom Kupang. Penelitian ini akan dikaji dengan menggunakan teori
hiperrealitas dari Jean Baudrillard. Informan penelitian yakni 11 pemuda, 1
senior pemuda, 13 pemudi dan 2 pendeta, dengan demikian jumlah informan
keseluruhan yakni 27 orang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif. Proses pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi
dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang
ditemukan yakni realitas gaya berpakaian pemuda/I di gereja Syalom Kupang
meliputi : Makna pakaian gereja, Standar kesopanan gaya berpakaian gereja dan
Norma gaya berpakaian gereja sedangkan hiperrealitas gaya pakaian pemuda/I di
gereja meliputi : Hiperrealitas Konformitas sosial, Hiperrealitas Konsumtif dan
Hiperrealitas nilai-tanda (sign-value). Hiperrealitas gaya pakaian pemuda/I gereja
Syalom Kupang memperlihatkan realitas asli gaya berpakaian dikaburkan dengan
hadirnya berbagai tawaran yang dijadikan sebagai objek simulasi kemudian
dikaburkan melalui proses simulacra dengan jalan akhirnya mengaburkan realitas
asli dan menjadikan realitas palsu sebagai yang riil. Meninjau problem yang
krusial dalam gaya berpakaian maka saran yang ditawarkan oleh penulis yakni
perlu adanya peran orang tua dalam mengontrol gaya pakaian pemuda/I dan perlu
adanya peran dari pihak gereja dalam menekankan pemuda/I gaya berpakaian
yang layak dikenakan ketika bergereja baik dalam bentuk khotbah mimbar,
pastoral serta sosialisasi. Kajian ini menawarkan kepada peneliti selanjutnya
untuk dapat mengkaji gaya pakaian gereja antara etika dan kenyamanan.
Kata Kunci : Hiperrealitas, Gaya Pakaian, Pemuda/I, gereja
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
Sandra Fike Benu - Personal Name
|
| Student ID |
2103030019
|
| Dosen Pembimbing |
IMANTA I PERANGINANGIN - 197408142005011002 - Dosen Pembimbing 1
Aelsthri Ndandara, S.Si-Teol,M.Si - 19830801 200912 2 006 - Dosen Pembimbing 1 Jacklin Stefany Manafe - 19910105 202421 2 001 - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji |
Aelshtri Ndandara - 1983080120091220069 - Ketua Penguji
Jacklin Stefany Manafe - 199101052024212001 - Penguji 1 Imanta I Peranginangin - 197408142005011002 - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
69201
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | UPT Perpustakan Undana : Kupang., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
692.01 Enu H
|
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







