Skripsi
MAKNA MOTIF BUNA DARI TENUN ADAT SEBAGAI SIMBOL PERSATUAN DI MASYARAKAT DESA NUNKOLO, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
XMLPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna motif buna pada tenun adat sebagai simbol persatuan di masyarakat Desa Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Motif buna merupakan bagian integral dari warisan budaya lokal yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga memuat simbol dan pesan sosial yang dalam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam
dengan penenun lokal, tokoh adat, serta dokumentasi tenun buna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif buna tidak sekadar berfungsi sebagai ornamen dalam tenun adat, tetapi menjadi media ekspresi budaya yang sarat makna simbolis. Motif-motif ini mencerminkan nilai-nilai persatuan, identitas kolektif, serta keharmonisan hubungan sosial di antara anggota masyarakat Nunkolo. Melalui motif-motif yang beragam seperti hewan
(seperti burung atau kuda), tumbuhan (seperti bunga dan daun), serta bentuk-bentuk geometris (seperti garis-garis simetris dan pola berulang), masyarakat menanamkan nilainilai kebersamaan, keberlanjutan, dan penghormatan terhadap leluhur. Setiap motif memiliki filosofi tersendiri yang berkaitan erat dengan sejarah lokal, struktur sosial, dan pandangan hidup masyarakat setempat.Tenun buna tidak hanya dikenakan dalam kegiatan sehari-hari, tetapi juga memainkan peran penting dalam berbagai konteks sosial dan ritual budaya. Dalam upacara adat, misalnya, kain tenun digunakan sebagai simbol penghormatan terhadap roh leluhur dan sebagai lambang identitas suku atau keluarga. Dalam pernikahan, tenun menjadi simbol penyatuan dua keluarga dan wujud harapan akan kehidupan yang harmonis. Saat menyambut tamu, pemberian kain tenun buna mencerminkan nilai keterbukaan, penghargaan, dan solidaritas.Selain itu, proses pembuatan tenun buna sendiri melibatkan keterlibatan banyak pihak dalam komunitas, dari pemintalan benang, pewarnaan alami, hingga menenun motif yang rumit. Proses ini mencerminkan semangat gotong royong dan
kolaborasi antargenerasi, di mana pengetahuan dan keterampilan diwariskan dari para tetua kepada generasi muda. Aktivitas ini memperkuat ikatan sosial dan menjadi sarana pendidikan budaya yang mempererat rasa memiliki terhadap warisan leluhur.Dengan demikian, tenun buna tidak hanya berfungsi sebagai hasil karya seni tekstil yang bernilai estetis, tetapi juga sebagai representasi nyata dari nilai-nilai persatuan, identitas budaya, serta jalinan sosial masyarakat Nunkolo yang terus hidup dan diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
Erwin Elihut Upu - Personal Name
|
| Student ID |
2101070043
|
| Dosen Pembimbing |
Thomas Kemis Masi - 199205302022031009 - Dosen Pembimbing 1
Meryana M. Doko, SH., M.Pd - 197205152024212005 - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji |
Fredik Lambertus Kollo - 199202082022031009 - Ketua Penguji
Thomas Kemil Masi - 199205302022031009 - Penguji 1 Meryana M. Doko, SH.,M.Pd - 197205152024212005 - - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
87205
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | UPT Perpustakaan Undana : Kupang., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
872.05 uou M
|
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







