Skripsi
Perancangan Masjid Sebagai Pusat Kegiatan Masyarakat Di Kota Kupang Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau
XMLMasjid memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan umat Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan. Namun, dalam realitasnya, fungsi masjid kerap kali terbatas pada aktivitas ibadah formal semata, sehingga potensi masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat belum dimanfaatkan secara optimal. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sarana ibadah dan ruang publik yang dapat diakses sepanjang waktu, keberadaan masjid yang beroperasi selama 24 jam menjadi semakin relevan, khususnya bagi jamaah dengan jadwal yang tidak teratur, musafir, serta masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung dan beraktivitas sewaktu-waktu.
Kota Kupang, sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur dan pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya, memiliki komunitas Muslim yang signifikan, dengan jumlah pemeluk agama Islam mencapai 59.759 jiwa (BPS, 2022) dan terdapat 47 masjid (BPS, 2023). Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat masjid yang beroperasi selama 24 jam di kota tersebut.
Tujuan dalam merancang masjid ini agar dapat beroperasi selama 24 jam sekaligus berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat di Kota Kupang, dengan mengadopsi pendekatan arsitektur hijau. Pendekatan ini dipilih sebagai respons terhadap kebutuhan efisiensi energi, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, serta kepedulian terhadap dampak lingkungan. Arsitektur hijau menitikberatkan pada efisiensi energi, prinsip pembangunan berkelanjutan, dan pendekatan holistik dalam proses perancangan bangunan. Hasil perancangan ini meliputi 6 prinsip arsitektur hijau dalam Green Architecture Design for Sustainable Future menurut Brenda & Robert Vale (1991), yaitu: (1) conserving energy, (2) working with climate, (3) respect for site, (4) respect for user, (5) limitting new resources & (6) holistic. Dalam hasil desain menerapkan panel surya, skylight roof, e-low glass & green roof, serta menerapkan pengolahan air hujan, air limbah dan menggunakan material ramah lingkungan seperti kayu, batu bata dan cat ramah lingkungan.
Kata-kunci : Masjid 24 jam, Pusat Kegiatan Masyarakat, Arsitektur Hijau, Kota Kupang, Keberlanjutan
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
MUHAMMAD HUSAIN AL HAKIM - Personal Name
|
| Student ID |
2006090012
|
| Dosen Pembimbing |
Ariency K. A. Manu - 196802231998021001 - Dosen Pembimbing 1
THOMAS K. DIMA - 8829523419 - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji |
Lodwik O. Dahoklory - 198609292022031003 - Ketua Penguji
Ariency Kale Ada Manu - 196802231998021001 - Penguji 1 THOMAS K. DIMA - 8829523419 - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
23201
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Arsitektur
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | UPT Perpustakaan Undana : Kupang., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
232.01 HAK P
|
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







