Analisis Filogenetik dan Studi Molekuler Sistem Imun Terhadap Bacillus anthracis

Detail Cantuman

Skripsi

Analisis Filogenetik dan Studi Molekuler Sistem Imun Terhadap Bacillus anthracis

XML

Antraks, yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis, merupakan
penyakit zoonosis. Penyakit ini menyerang hewan ternak serta memberi infeksi
serius pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan
kekerabatan antara genetik Bacillus anthracis yang ada di Indonesia dengan strain
lain yang beredar di dunia serta mempelajari mekanisme molekuler respon imun
bawaan terhadap infeksi Bacillus anthracis. Metode penelitian meliputi analisis
filogenetik menggunakan 30 sekuen gen pagA Bacillus anthracis yang diakses
melalui GenBank NCBI, serta studi literatur untuk memvisualisasikan patogenesis
molekuler Bacillus anthracis menggunakan perangkat lunak Bioedit. Hasil
filogenetik menunjukan isolat Indonesia (P04210076) menunjukkan kekerabatan
dekat dengan isolat India (MH673575) dengan dukungan bootstrap tinggi (99),
menandakan konservasi evolusioner yang kuat. Node dengan nilai bootstrap 85
yang memisahkan kedua isolat dari klaster utama menunjukkan percabangan
evolusioner awal yang signifikan, kemungkinan akibat variasi strain, adaptasi
lingkungan, atau rekombinasi pada plasmid pXO1. Secara umum, isolat dari
berbagai negara membentuk kelompok monofiletik, mencerminkan homologi
tinggi gen pagA secara global. Hasil ini mendukung pemanfaatan gen pagA dalam
desain vaksin yang luas cakupannya. Bacillus anthracis menggunakan lethal toxin
dan edema toxin serta kapsul PGA untuk melemahkan sistem imun inang. Lethal
toxin menghambat jalur MAPK dan mengaktifkan inflammasom (NLRP1b,
NLRP3), sementara edema toxin meningkatkan cAMP untuk menekan fungsi
makrofag dan sel T. Kapsul PGA mencegah fagositosis dan pengenalan oleh TLR2.
TNF-α adalah sitokin proinflamasi utama yang mengatur respons imun melalui dua
reseptornya, TNFR1 dan TNFR2. Aktivasi TNFR1 dapat memicu apoptosis atau
nekroptosis, tergantung pada ubiquitinasi RIPK1. Sementara itu, TNFR2 cenderung
mengaktifkan jalur kelangsungan hidup dan antiinflamasi melalui aktivasi NF-κB
dan MAPK. Kedua jalur ini mengatur ekspresi gen-gen proinflamasi serta protein
antiapoptotik, yang memperkuat respons imun dan menjaga kelangsungan hidup
sel. Penelitian ini memberi wawasan baru kekerabatan antar genetik Bacillus
anthracis yang beredar dan juga penghindaran imun oleh Bacillus anthracis yang
bisa menjadi dasar pengembangan vaksin serta terapi yang lebih efektif.
Kata kunci : Bacillus anthracis, filogenetik, imun bawaan, protein
struktural, vaksin.


Detail Information

Item Type
SKRIPSI
Penulis
Yakobus Ola Masan - Personal Name
Student ID
2109010058
Dosen Pembimbing
PUTRI PANDARANGGA - 198308102010122003 - Dosen Pembimbing 1
MARIA AEGA GELOLODO - 198411222009122002 - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Maxs Urias Ebenhaiser Sanam - 196503081990031002 - Ketua Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
54261
Edisi
Published
Departement
Fakultas Kedokteran Hewan
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit UPT Perpustakaan Undana : Kupang.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
542.61 Mas A
Copyright
Individu Penulis
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail


SELAMAT DATANG DI REPOSITORY UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA