Skripsi
Analisis Kerentanan Pangan Di Kabupaten Kupang
XMLPangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi manusia dan didukukung oleh Undang-undang Republik Indonesia tentang pangan. Kerentanan pangan berasal dari permasalahan dimana seseorang tidak mampu mengakses makanan secara normal dan salah satu pemicunya adalah keterbatasan sumber daya dan kemiskinan. Kabupaten Kupang, dengan tingkat kemiskinan tinggi, berpotensi mengalami kerentanan pangan. Faktor seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, akses terbatas terhadap sumber daya pangan, serta perubahan iklim memperparah masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis indeks kerentanan pangan tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Kupang dan mengidentifikasi faktor apa saja yang paling berpengaruh terhadap kerentanan pangan di Kabupaten Kupang.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian yaitu Kabupaten Kupang dengan unit analisis desa dan kelurahan. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari berbagai instansi, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang. Analisis data yang digunakan adalah (1) Anakisis komposit untuk mengetahui indeks kerentanan pangan tingkat desa dan kelurahan. (2) regresi linear berganda untuk mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap kerentanan pangan di Kabupaten Kupang.
Hasil penelitian menunjukan, dari analisis yang dilakukan terhadap 160 desa dan 17 kelurahan, ditemukan bahwa: terdapat 2 desa/kelurahan masuk kategori sangat rentan (1,1%), 30 desa/kelurahan rentan (16,9%), 43 desa/kelurahan agak rentan (24,3%), 80 desa/kelurahan agak tahan (45,2%), 21 desa/kelurahan tahan (11,9%), dan hanya 1 desa/kelurahan sangat tahan (0,6%) terhadap kerentanan pangan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kerentanan pangan adalah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah, dengan penduduk miskin yang memiliki daya beli rendah cenderung mengalami kesulitan dalam mengakses pangan yang cukup dan bergizi. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah, kerentanan pangan masih menjadi tantangan dan perlu diperhatikan kompleksitas permasalahan yang multidimensi, terutama di desa-desa dengan tingkat kemiskinan tinggi. Saran yang dapat diberikan: pemerintah dapat menggunakan indeks kerentanan pangan hasil penelitian ini sebagai dasar pertimbangan kebijakan yang tepat dalam membuat program serta intervensi melalui program peningkatan kesejahteraan ekonomi, akses pangan, serta perbaikan infrastruktur yang menunjang ketahanan pangan.
Kata Kunci: Indeks komposite, indeks ketahanan pangan, kerentanan pangan, regresi linier berganda
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
BOY ARNOLD RAME - Personal Name
|
| Student ID |
1904020124
|
| Dosen Pembimbing |
Ida Nurwiana - 19620113 199203 2 001 - Dosen Pembimbing 1
PAULUS UN - 19621231198803101 - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji |
Ida Nurwiana - 196201131992032001 - Ketua Penguji
Paulus Un - 19621231198803101 - Penguji 1 ERNANTJE HENDRIK - 19620902 198601 2 001 - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
54201
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Fakultas Pertanian
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | UPT Perpustakaan Undana : Kupang., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
542.01 RAM A
|
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







