Tesis
Pemodelan Nilai Curve Number (CN) Untuk Memprediksi Banjir Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Di Wilayah Sungai Flores
XMLWilayah Sungai (WS) Flores merupakan salah satu wilayah sungai strategis nasional yang terletak di Pulau Flores dan meliputi delapan kabupaten yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, hingga Kabupaten Flores Timur (daratan). WS Flores memiliki luas 14.796,91 km2 dan terdiri dari 472 Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah DAS yang besar ini dapat menjadi potensi tapi juga ancaman jika parameter DAS yang penting terutama dalam hal manajemen banjir tidak diketahui secara jelas. Salah satu parameter yang penting adalah mengetahui besarnya curve number (CN) pada suatu DAS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya nilai CN dan pengaruhnya pada debit banjir di WS Flores. Pemodelan DAS dan karakteristik DAS mengunakan Geographical Information System (GIS). Selain itu data hujan menggunakan data BMKG NTT dan BWS NT II dengan panjang data antara 6–22 tahun. Analisis hujan rancangan menggunakan distribusi Generalized Extreme Value (GEV) dengan bantuan software Hidrognomon 4.0. Sementara itu analisis banjir menggunakan HEC-HMS dengan metode hidrograf satuan sintetis soil conservation service (HSS SCS). Kemudian dilakukan kalibrasi debit banjir menggunakan metode tanpa kalibrasi HSS Snyder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas DAS sebesar 5.749,29 km2 atau 38,86% dari total luas WS Flores memiliki nilai curve number antara 70,78 – 78,24 atau secara rata-rata nilai CN WS Flores adalah 75,90. Nilai CN ini didominasi oleh kawasan dengan tutupan lahan dan kondisi jenis tanah yang tergolong memiliki permeabilitas rendah sehingga debit banjir pada berbagai kala ulang menjadi cukup besar. Beberapa DAS memiliki debit banjir pada kala ulang 100 tahun yang cukup besar seperti DAS Wae Pesi sebesar 1.718,10 m3/dtk, DAS Wae Togong sebesar 2.015,40 m3/dtk, DAS Wae Mbaling sebesar 1.744,60 m3/dtk, dan DAS Wae Wera sebesar 1.431,60 m3/dtk. Hasil kalibrasi debit banjir dengan metode tanpa kalibrasi HSS Snyder juga menunjukkan hasil yang mendekati. DAS Wae Pesi dengan metode HSS SCS CN kala ulang 1000 tahun menghasilkan debit banjir sebesar 2.261,60 m3/dtk, sedangkan dengan metode HSS Snyder debit banjirnya adalah 2.261,3 m3/dtk. Pada kala ulang 100 tahun juga hasilnya saling mendekati yaitu HSS SCS CN sebesar 1.718,10 m3/dtk dan HSS Snyder sebesar 1.694,3 m3/dtk. Selain itu diperoleh model empiris 32 DAS berdasarkan pengaruh nilai CN, luas DAS dan intensitas hujan pada WS Flores Q=0,208 XA X I X CN (-0,648
Kata Kunci : Curve Number, HSS SCS CN, HSS Snyder, Kalibrasi, HEC-HMS.
Detail Information
| Item Type |
Tesis
|
|---|---|
| Penulis |
Ralno Robson Klau - Personal Name
|
| Student ID |
2311110011
|
| Dosen Pembimbing |
DENIK SRI KRISNAYANTI - 197512282000122001 - Dosen Pembimbing 1
JAKOBIS JOHANIS MESSAKH - 197406232006041001 - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji |
Denik Sri Krisnayanti - 197512282000122001 - Ketua Penguji
Jakobis Johanis Messakh - 197406232006041001 - Penguji 1 Paul G. Tamelan - 196702251992031001 - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
22201
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Rekayasa Sipil
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | UPT Perpustakaan Undana : Kupang., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
217.01 KLA P
|
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |








