ANALISIS PEMBELISAN DALAM PERKAWINAN ADAT SUKUKODI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA NTT

Detail Cantuman

Skripsi

ANALISIS PEMBELISAN DALAM PERKAWINAN ADAT SUKUKODI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA NTT

XML

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelisan dalam perkawinan adat suku kodi kabupaten Sumba Barat Daya NTT. Di antara berbagai suku yang ada di Indonesia, perkawinan merupakan tradisi dengan adat istiadat yang ketat dan terikat pada seluruh tatanan sosial masyarakat. Jika aturan-aturan biasa tidak dipatuhi, perkawinan dapat batal. Salah satu daerah yang sampai saat ini masih mempertahankan adat istiadat perkawinan dalam tatanan masyarakat yaitu pulau Sumba. Pulau Sumba merupakan pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terbagimenjadi empat Kabupaten yaitu Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Daya adaptasi masyarakat Sumba dalam memenuhi rangkaian kehidupan telah mewujudkannya sebagai tradisi dalam kehidupan sehari dalam berbagai upacara kelahiran, upacara perkawinan, upacara penyambutan atau penghormatan, serta upacara kematian dan pemakaman. Salah satu upacara perkawinan adat pada masyarakat Sumba adalah pemberian mahar (belis). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris, yang melibatkan wawancara dengan berbagai pihak. Hasil penelitian menunjukan bahwa belis merupakan penghormatan kepada pihak perempuan dan kesanggupan pihak laki-laki dalam memenuhi aturan adat perkawinan yang berlaku, serta tahapan-tahapan yang sesuai dengan aturan adat yang dimana ada 3tahapan penting. Standar belis dalam aturan adat yang berlaku adalah 10 ekor atau bisa lebih tergantung balasan apa yang diberikan pihak perempuan, jadi tidak ada pihak yang dirugikan. Yang membedakan belis suku Kodi dari yang lain terletak dihewan belis yang harus dibawa saat tahapan terakhir atau pengantaran hewan belis yaitu 1 induk kerbau dan anak kerbau sebagai pengiring hewan belis yang lain. Namun terdapat hambatan dalam pelaksanaan pembelisan yaitu kurangnya hewan belis oleh karena itu persoalan tersebut harus diselesaikan ditikar adat oleh para moderamen yang dipercaya untuk melakukan proses pembicaran adat, faktor ekonomi juga menjadi penghambat kurangnya jumlah belis yang disepakati, karena laki-laki akan berusaha mendapatkan hewan untuk melunasi jumlah hewan yang belum habis. Cara menyelesaikan hambatan tersebut ialah ditikar adat oleh para moderamen yang dipercaya untuk melakukan proses pembicaran adat, faktor ekonomi juga menjadi penghambat kurangnya jumlah belis yang disepakati, karena laki-aki akan berusaha mendapatkan hewan untuk melunasi jumlah hewan yang belum habis.
Kata Kunci: Belis; Perkawinan Adat; Suku Kodi.


Detail Information

Item Type
Skripsi
Penulis
Zeanette Tiana Kaha - Personal Name
Student ID
2102010473
Dosen Pembimbing
Orpa J Nubatonis - 197507112005012001 - Dosen Pembimbing 1
HELSINA FRANSISKA PELLO - 197912212005012002 - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Dr. Orpa J. Nubatonis, S.H., M. Hum. - 19750711 200501 2 001 - Ketua Penguji
Helsina F. Pello, S.H., M.Hum - 197912212005012002 - Penguji 1
Yossie M. Y. Jacob, SH. M. Hum - 19780707 200501 2 001 - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
74101
Edisi
Published
Departement
Ilmu Hukum
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit UPT Perpustakaan Undana : Kupang.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
742.01 Kah A
Copyright
Individu Penulis
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail


SELAMAT DATANG DI REPOSITORY UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA