Skripsi
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA ATAS PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI BAWAH UMUR MENURUT HUKUM PERDATA
XMLPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab orang tua atas
perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh anak di bawah umur dalam
perspektif hukum perdata. Berdasarkan pasal 1367 Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata (KUH Perdata), orang tua bertanggung jawab atas tindakan anak yang
masih di bawah umur, kecuali jika dapat membuktikan bahwa mereka telah
memberikan pengawasan yang cukup untuk mencegah perbuatan tersebut. Prinsip
ini berlandaskan konsep vicarious liability, yang mengalihkan
pertanggungjawaban hukum dari anak kepada orang tua atau yang bertanggung
jawab atas pengasuhan dan pembinaan anak. Kasus nyata perbuatan melawan
hukum merugikan orang lain yang sudah terjadi pada tahun 2022 di Kota Kupang
ialah memukuli orang. Pelaku merupakan anak di bawah umur. Penyelesaian
kasus dengan menggunakan jalur non litigasi karena menyelesaikan di luar
Pengadilan dengan cara mengganti rugi dan perdamaian. Metode penelitian yang
digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-
undangan dan konseptual. Sumber bahan hukum diperoleh melalui studi
kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kasus perbuatan
melawan hukum yang dilakukan oleh anak di bawah umur, orang tua dapat
dimintai pertanggungjawaban secara perdata dalam bentuk ganti rugi kepada
korban. Namun, dalam praktiknya, mekanisme penyelesaian sengketa lebih sering
dilakukan melalui pendekatan non-litigasi seperti musyawarah dan mediasi guna
menghindari dampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Penelitian
ini juga menemukan bahwa meskipun hukum perdata Indonesia mengatur
tanggung jawab orang tua, masih terdapat tantangan dalam pembuktian
pengawasan yang cukup serta dalam memastikan keseimbangan antara
perlindungan hak korban dan kepentingan terbaik anak. Oleh karena itu,
penelitian ini merekomendasikan adanya regulasi yang lebih jelas mengenai
standar pengawasan orang tua serta penguatan mekanisme penyelesaian sengketa
berbasis keadilan restoratif. Hal ini penting untuk menciptakan sistem hukum
yang tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi korban, tetapi juga tetap
memperhatikan hak-hak anak sebagai individu yang masih dalam tahap
perkembangan.
Kata Kunci: Tanggung Jawab Orang Tua; Perbuatan Melawan Hukum;
Anak Di Bawah Umur.
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
Tiara Gracela Nunuhitu - Personal Name
|
| Student ID |
2102010452
|
| Dosen Pembimbing |
Yossie M Y Jacob - 197807072000501020 - Dosen Pembimbing 1
Chatryen M Dju Bire - 199412302022032014 - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji |
Orpa J NUbatonis - - Ketua Penguji
Yossie M Y Jacob - 197807072000501020 - Penguji 1 Chatryen M Dju Bire - 199412302022032014 - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
74201
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Hukum
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | UPT Perpustakaan Undana : Kupang., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
742.01 Nun T
|
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







