SEJARAH SEMINARI MENENGAH PERTAMA ST.YOHANES BERKHMANS MATALOKO KABUPATEN NGADA

Detail Cantuman

Skripsi

SEJARAH SEMINARI MENENGAH PERTAMA ST.YOHANES BERKHMANS MATALOKO KABUPATEN NGADA

XML

Yosefina Anike Tasaeb, Nim: 2101090085, menulis skripsi dengan judul Sejarah
Seminari Menengah Pertama St. Yohanes Berkhmans Mataloko Kabupaten
Ngada. masalah dalam penelitian ini adalah remaja di zaman sekarang cenderung
untuk memilih sekolah Negeri atau SMP yang biayanya lebih murah dibadingkan
masuk ke seminari yang sering kali membuat keluarga mereka kesulitan untuk
membiayai pendidikan tersebut. Selain itu, pola pikir remaja zaman sekarang
merasa bahwa peraturan yang ada di seminari sangat ketat. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui sejarah pendirian dan perkembangan seminari
Menengah Pertama St. Yohanes Berkhmans Mataloko kabupaten Ngada, peran
seminari menengah pertama St. Yohanes Berkhmans Mataloko dalam
perkembangan kehidupan masyarakat di kabupaten Ngada, sdan tantangan yang
dihadapi seminari menengah pertama St. Yohanes Berkhmans Mataloko
kabupaten Ngada dalam mempertahankan perannya hingga saat ini. Lokasi dari
penelitian ini adalah seminari Menengah Pertama St. Yohanes Berkhmans
Mataloko kabupaten Ngada. Teknik penentuan informan yaitu Purposive
Sampling. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan skunder.
Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumen.
Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis historis. Hasil
penelitian menunjukan bahwa (1)Seminari menengah pertama St. Yohanes
Berkhmans Mataloko merupakan seminari menengah pertama yang ada di
kabupaten Ngada tengah-tengah kekafiran masyarakat Flores yang masih
merajalela untuk kebutuhan Indonesia mengenai calon imam pribumi agar tenagatenaga imam tidak lagi di datangkan dari Eropa melainkan yang berasal dari
pribumi sendiri. diresmikan pada 15 September 1929 oleh P. Franss Cornelissen,
SVD seorang misionaris yang berasal dari Belanda dengan visi terciptanya calon
imam pribumi untuk karya misi gereja dengan 5 pilar pendidikan yaitu sancitas
(kerohanian),sanitas (kesehatan), scientia (pengetahuan), sapientia (kebijaksanan),
dan socialitas (persaudaraan). (2) Peran seminari dalam kehidupan masyarakat
yang menekankan kedisplinan dan nilai-nilai moral yang ditanamkan secara
spiritual dan sosial, serta terlatih berpikir kritis dan tegas yang dibawah ketika
mereka berada ditengah-tengah masyarakat baik dari berbagai aspek kehidupan
maupun pelayanan.serta memainkan peran penting dalam pembentukan krakter
dan ilmu pengetahuan (3)tantangan yang dihadapi seminari dalam hal pemanfaatn
teknologi, pembentukan karakter dan kehidupan diasrama yang hidup dengan
keyamanan dan ketergantungan yang tinggi terhadap orang tua yang harus
beradaptasi ketika masuk ke seminari.
Kata kunci: Sejarah, Seminari, Peran, Tantangan, Masyarakat


Detail Information

Item Type
Skripsi
Penulis
Yosefina Anike Tasaeb - Personal Name
Student ID
2101090085
Dosen Pembimbing
Dr. Andreas Ande, M.Si - - Dosen Pembimbing 1
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
87201
Edisi
Published
Departement
Pendidikan Sejarah
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit UPT Perpustakaan Undana : Kupang.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
872.01 Tas S
Copyright
Individu Penulis
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail


SELAMAT DATANG DI REPOSITORY UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA