Skripsi
SIMBOLISME DALAM MOTIF TENUN IKAT BAGI KEHIDUPAN PEREMPUAN PENENUN DI DESA WADUMADDI, KECAMATAN HAWU MEHARA, KABUPATEN SABU RAIJUA
XMLTenun ikat bagi perempuan sabu tidak hanya sebagai produk tekstil, melainkan media ekspresi budaya yang kaya akan makna, mencerminkan identitas sosial, nilai-nilai spiritual, serta hubungan yang mendalam antara perempuan penenun dengan leluhur dan alam sekitarnya. Namun, terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Harapannya, setiap perempuan penenun memahami makna filosofis yang terkandung dalam setiap motif yang merela buat. Tetapi kenyataannya, sebagian besar hanya mewarisi keterampilan teknis tanpa memahami makna mendalam dari motif yang ditenun. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana motif dan makna dalam tenun ikat bagi kehidupan perempuan di Desa Wadumaddi, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna dalam motif tenun ikat bagi kehidupan perempuan penenun di Desa Wadumaddi, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Teori semiotika Roland Barthes digunakan sebagai analisis, dengan pendekatan tiga lapis makna: denotatif (makna literal), konotatif (makna kultural), dan mitologis (pemaknaan ideologis dalam masyarakat). Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa motif tenun ikat terbagi menjadi dua rumpun utama, yakni Ai Raja (Klan Besar) dan Ai Ledo (Klan Kecil). Motif-motif dalam Ai Raja meliputi: Motif Kobe memiliki makna sebagai (penutup kepala), Motif Bunga Tutu (sindiran terhadap laki-laki yang tidak setia), Motif Bunga Lehu (kenangan dan pengikat persaudaraan), Motif Kelakku (representasi wilayah Rai Hawu), dan Motif Keb’ib’a B’ale (penyesalan dan rekonsiliasi). Sementara itu, Ai Ledo terdiri dari: Motif Keware Hawu (pusat kehidupan sosial dan spiritual), Motif Keked’I (persinahan), Motif Keb’eb’a (kecantikan), Motif Bo’I (makanan laut khas Sabu), Motif Ruwangngu (relasi alam dan budaya melalui kapas), serta Motif Keware Wa (keberuntungan dan keteguhan menghadapi fitnah). Adapun sarung Worapi mencerminkan upaya leluhur dalam menciptakan warisan bersama yang inklusif di tengah eksklusivitas motif antarkelompok leluhur (Hubi Ae dan Hubi Iki). Sarung ini mengajarkan pentingnya menjaga perbedaan sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas masing-masing serta sebagai simbol persaudaraan antarperempuan lintas klan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tenun ikat di Desa Wadumaddi tidak hanya berfungsi sebagai pakaian atau kerajinan tangan, tetapi juga menyimpan makna mendalam yang mencerminkan identitas budaya, sistem kepercayaan, serta posisi perempuan dalam struktur sosial masyarakat. Melalui proses menenun, perempuan tidak hanya mentransmisikan keterampilan teknis, tetapi juga mewariskan narasi leluhur, nilai moral, dan solidaritas kultural. Namun, pergeseran orientasi nilai dari spiritual ke estetika dan ekonomi di kalangan generasi muda menunjukkan urgensi pelestarian pemahaman atas makna-makna dalam motif tenun tersebut. Oleh karena itu saran dari penelitian ini adalah pentingnya pendidikan budaya yang mengintegrasikan pemahaman makna motif secara filosofis dalam pelatihan menenun, agar warisan budaya ini dapat diteruskan secara utuh kepada generasi mendatang. Selain itu, perlu keterlibatan aktif dari pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam upaya pelestarian nilai-nilai budaya lokal di tengah arus globalisasi.
Kata kunci: Tenun ikat, motif, makna, perempuan penenun
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
Berta N. Riwu Lappa - Personal Name
|
| Student ID |
2103030083
|
| Dosen Pembimbing |
Susana C. L Pellu, S.Sos, M.Si-197110222005012001 - - Dosen Pembimbing 1
Aelsthri Ndandara, S.Si-Teol,M.Si - 19830801 200912 2 006 - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji |
Susana C. L Pellu, S.Sos, M.Si-Nip. 197110222005012001 - - Ketua Penguji
Aelshtri Ndandara - 1983080120091220069 - Penguji 1 Lenny Bire Manoe, S.Sos, M,Si - 19800915 200501 2 003 - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
69201
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Sosiologi
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | UPT Perpustakaan Undana : kupang,., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
692.01 S LAP
|
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







