Skripsi
PENGARUH VARIASI SUHU DAN VARIASI TUMBUKAN CAMPURAN PANAS ASPAL BETON AC-WC TERHADAP NILAI STABILISASI KEPADATAN PADA PERKERASAN JALAN
XMLPerkerasan jalan dengan menggunakan campuran aspal beton panas jenis Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) merupakan salah satu lapisan permukaan yang paling umum digunakan dalam konstruksi jalan di Indonesia. Karena lapisan AC-WC langsung menerima beban lalu lintas dan pengaruh lingkungan seperti panas dan hujan, maka lapisan ini harus dirancang dengan sifat mekanis yang optimal agar dapat memberikan kinerja jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu dan upaya pemadatan (jumlah tumbukan) terhadap nilai stabilitas dan kepadatan campuran aspal AC-WC. Metode yang digunakan adalah pengamatan dan pengujian dengan alat uji Marshall dan sampel aspal yang hasilnya dibandingkan dengan spesifikasi Bina Marga 2018. Berdasarkan hasil perhitungan Pb diperoleh variasi kadar aspal 5,5%,6%,6,5%,7% dan 7,5%. Hasil Penelitian menunjukan bahwa nilai rongga dalam campuram (VIM) berturut-turut adalah 5,26%, 4,97%, 4,82%, 5,31%, 4,93%. Berdasarkan nilai tersebut semakin tinggi kadar aspal maka rongga dalam campuran semakin kecil demikian juga sebaliknya. Nilai rongga dalam agregat (VMA) berturut-turut adalah 17,36%, 17,35%, 17,34%, 18,75,%, 19,47%. seiring dengan penambahan kadar aspal menghasilkan nilai VMA semakin tinggi. Nilai rongga terisi aspal (VFA) berturut-turut adalah 69,70%, 71,39%, 72,19%, 71,67%, 74,68%, berdasarkan nilai tersebut terlihat bahwa nilai VFA semakin tinggi seiring penambahan kadar aspal. Nilai stabilitas 885,58 kg, 959,38 kg, 1062,25 kg, 925,84 kg, 825,20 kg. Nilai stabilitas semakin meningkat jika kadar aspal bertambah. Pada suatu titik tertentu nilai stabilitas akan kembali menurun dengan semakin
bertambahnya kadar aspal karena telah mencapai batas maksimum. Nilai Marshall Quentient (MQ) berturut-turut adalah 367,87 Kg/mm, 330,98 Kg/mm, 317,54 Kg/mm, 300,15 Kg/mm, 280,11 Kg/mm. Nilai MQ semakin menigkat dengan meningkatnya kadar aspal. Kadar aspal optimum adalah kadar aspal terbaik, dimana memenuhi semua kriteria marshall. Nilai kadar aspal optimum untuk campuran AC-WC adalah 6,40 %. Berdasarkan kadar aspal optimum yang telah diperoleh dibuat variasi suhu 100ºC, 115ºC,130ºC,145oC dan 160ºC dan tumbukan 2 x 65 dan 2 x 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan jumlah tumbukan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat mekanis campuran aspal. Semakin tinggi suhu dan jumlah tumbukan, semakin padat dan stabil campuran yang dihasilkan. Khususnya, campuran yang dipadatkan pada suhu 160°C dengan tumbukan 2×75 menunjukkan kinerja terbaik dan memenuhi semua kriteria Marshall berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2018. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian suhu dan upaya pemadatan yang tepat selama proses konstruksi dapat menghasilkan perkerasan yang lebih awet dan tahan lama. Oleh karena itu, suhu pemadatan 160°C dengan 2×75 tumbukan
direkomendasikan untuk konstruksi perkerasan AC-WC yang optimal.
Kata Kunci : AC-WC, Suhu, Tumbukan, Stabilitas, Marshall.
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
DENILA PATOLA BALLO - Personal Name
|
| Student ID |
1806010017
|
| Dosen Pembimbing |
ANDI KUMALAWATI - 196310301994122001 - Dosen Pembimbing 1
REMIGILDUS CORNELIS - 197006122000031002 - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji |
Elia Hunggurami - 198004122005011001 - Ketua Penguji
Andi Kumalawati - 196310301994122001 - Penguji 1 Remigildus Cornelis - 197006122000031002 - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
22201
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Teknik Sipil
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | UPT Perpustakaan Undana : Kupang., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
222.01 Bal P
|
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







