Analisis Ketahanan Pangan Di Kabupaten Kupang

Detail Cantuman

Skripsi

Analisis Ketahanan Pangan Di Kabupaten Kupang

XML

Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Ketersediaan pangan, akses pangan dan pemanfaatan pangan, sangat mempengaruhi ketahanan pangan, namun tingginya angka kemiskinan dan rendahnya produktivitas dan pendapatan masyarakat, serta ketergantungan pada makanan dari luar daerah yang tinggi sehingga berdampak pada ketahanan pangan di Kabupaten Kupang yang cenderung tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks ketahanan pangan tingkat kecamatan dari aspek ketersediaan, akses pangan dan pemanfaatan pangan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan tingkat kecamatan di Kabupaten Kupang tahun 2022-2023. Penentuan lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan Kabupaten Kupang merupakan salah satu kabupaten di NTT dengan ketersediaan pangan yang tidak stabil (BPS Kabupaten Kupang, 2017-2022). Data yang digunakan adalah data sekunder dari PODES, BPS dan Badan Ketahanan Pangan. Metode analisis menggunakan analis indeks komposit dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan ketahanan pangan tingkat kecamatan di Kabupaten Kupang periode tahun 2022–2023 sangat bervariasi. Terdapat 2 kecamatan yang termasuk kategori sangat rentan, 10 kecamatan rentan, 16 kecamatan agak rentan, 19 kecamatan agak tahan, 1 kecamatan tahan dan tidak ada kecamatan yang sangat tahan. Lebih dari setengah jumlah kecamatan masuk kategori rentan hingga sangat rentan. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan pangan lokal, kemudahan akses, serta pemanfaatan pangan (terutama melalui aspek gizi dan kesehatan) belum merata antar wilayah/secara spasial dan ketahanan pangan di Kabupaten Kupang masih tergolong tidak stabil. Faktor yang berpengaruh signifikan positif terhadap ketahanan pangan tingkat kecamatan adalah rasio luas lahan dan ketersediaan sarana-prasarana, sedangkan jumlah penduduk tidak sejahtera, rumah tangga tanpa akses air bersih, rasio penduduk per tenaga kesehatan berpengaruh negatif serta akses jalan tidak menunjukan pengaruh signifikan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi ketahanan pangan adalah rasio sarana dan prasarana, yang menegaskan pentingnya sarana prasarana ekonomi dalam menunjang ketahanan pangan.


Detail Information

Item Type
Skripsi
Penulis
IMANUEL MBAU - Personal Name
Student ID
1904020224
Dosen Pembimbing
Ida Nurwiana - 19620113 199203 2 001 - Dosen Pembimbing 1
MARIA FRANSISKA DARLEN - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Ida Nurwiana - 196201131992032001 - Ketua Penguji
maria fransiska Darlen - 8813323419 - - Penguji 1
Marthen R Pellokila - 19650317 198903 1 002 - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
54201
Edisi
Published
Departement
Agribisnis
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit UPT Perpustakaan Undana : Kupang.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
542.01 MBA A
Copyright
Individu Penulis
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail


SELAMAT DATANG DI REPOSITORY UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA