KARAKTER MORFOMETRI BIAWAK AIR (Varanus salvator) DI DESA BHERAMARI KABUPATEN ENDE

Detail Cantuman

Skripsi

KARAKTER MORFOMETRI BIAWAK AIR (Varanus salvator) DI DESA BHERAMARI KABUPATEN ENDE

XML

Biawak air (Varanus salvator) merupakan salah satu reptil besar yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan sebagai predator dan pemakan bangkai. Meskipun aspek ekologi dan perilakunya telah banyak diteliti, kajian mengenai morfometri populasi liar di Indonesia, khususnya di Desa Bheramari, Kabupaten Ende, masih sangat terbatas, sehingga penelitian ini dilakukan untuk memahami variasi morfologis antara jantan dan betina, yang dapat digunakan sebagai indikator kondisi populasi serta mendukung upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan karakter morfometri biawak air (Varanus salvator) jantan dan betina di Desa Bheramari Kabupaten Ende. Biawak yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 10 ekor dengan total biawak jantan berjumlah 4 ekor dan biawak betina 6 ekor. Parameter pengukuran morfometri yang digunakan yaitu, panjang moncong-kloaka (Pmk), panjang ekor (PE), panjang kepala (PK), lebar kepala (LK), tinggi kepala (TK), jarak mata-nostril (Jmtn) dan jarak nostril moncong (Jnm). Analisis data menggunakan uji t (Independent T Test) menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada variabel panjang moncong-kloaka (Pmk) biawak jantan memiliki rata-rata sebesar 46,25 cm dan biawak betina sebesar 41,50 cm. Pada variabel panjang ekor (PE) biawak jantan memiliki rata-rata sebesar 66,5 cm dan biawak betina sebesar 61,67 cm. Pada variabel panjang kepala (PK) biawak jantan memiliki rata-rata sebesar 8,5 cm dan biawak betina sebesar 8 cm. Pada variabel lebar kepala (LK) biawak jantan memiliki rata-rata sebesar 6,25 cm dan biawak betina sebesar 6,17 cm. Pada variabel tinggi kepala (TK) biawak jantan memiliki rata-rata sebesar 2,75 cm dan biawak betina memiliki rata-rata sebesar 2,50 cm. Pada variabel jarak mata-nostril (Jmtn) biawak jantan memiliki rata-rata sebesar 3,25 cm dan biawak betina sebesar 3 cm. Pada variabel jarak nostril-moncong (jnm) biawak jantan memiliki nilai rata-rata sebesar 2 cm dan biawak betina sebesar 1,83 cm. Hasil uji t menunjukan bahwa pada semua variabel tidak terdapat perbedaan morfometri antara biawak jantan dan biawak betina.
Kata kunci : Biawak air, Varanus salvator, morfometri, uji t, perbedaan, jantan, betina


Detail Information

Item Type
Skripsi
Penulis
Student ID
2106050052
Dosen Pembimbing
IKE SEPTA F MUKTIAWATI - 197709012006042001 - Dosen Pembimbing 1
Joice J. Bana - 19700711 199003 2 001 - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Ermelinda Dheta Meye - 197810052005012001 - Ketua Penguji
Alfred O. M. Dima - 197004102000121001 - Penguji 1
Fransiskus Kia Duan - 196107271990031001 - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
46201
Edisi
Published
Departement
Biologi
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit UPT Perpustakaan Undana : Kupang.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
462.01 Her K
Copyright
Individu Penulis
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail


SELAMAT DATANG DI REPOSITORY UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA