Pengaruh Kepadatan Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Patin (Pangasius sp) Yang Di Pelihara Dalalm Wadah Happa Di BBIS Noekele Kabupaten Kupang

Detail Cantuman

Skripsi

Pengaruh Kepadatan Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Patin (Pangasius sp) Yang Di Pelihara Dalalm Wadah Happa Di BBIS Noekele Kabupaten Kupang

XML

Ikan patin adalah satu dari berbagai jenis ikan air tawar, yang menjadi komoditas unggulan pemerintah dalam peningkatan produktifitasnya. Keunggulan dari ikan patin ini, menjadikan usaha budidaya ikan patin cukup diminati oleh para pembudidaya. Budidayakan ikan patin di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di daerah seperti Kupang, memang menjadi tantangan besar. Beberapa faktor yang menyulitkan termasuk iklim yang panas dan tidak stabil serta keterbatasan dalam teknologi dan pengalaman dalam budidaya ikan patin. Pengembangan budidaya untuk meningkatkan produksi menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan air, lahan, dan polusi lingkungan. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 3 Bulan, yang bertempat di Balai Benih Ikan Sentral Desa Noekele, Kelurahan Tuatuka, Kecamtan Kupamg Timur Kabupaten Kupang Nusa Tenggarah Timur. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali perlakuan (A, B, C) dengan tiga kali n = 3 ulangan (1, 2, 3). Msing-masing perlakuan padat penebaran sebagai berikut: Perlakuan A padat penebaran 90 ekor/ wadah Perlakuan B padat penebaran 120 ekor/ wadah Perlakuan C padat penebaran 150 ekor/ wadah. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa padat tebar 90–150 ekor/m² masih aman digunakan dalam pembesaran benih ikan patin, karena tidak memengaruhi pertumbuhan panjang secara signifikan. Hal ini penting secara praktis, karena petani dapat menyesuaikan padat tebar berdasarkan ketersediaan lahan dan tujuan produksi tanpa khawatir akan mengganggu pertumbuhan linier benih. Namun demikian, perlu diingat bahwa meskipun pertumbuhan panjang tidak berbeda nyata, aspek pertumbuhan berat, efisiensi pakan, serta kesehatan ikan tetap perlu diperhatikan. Pengelolaan kualitas air, pakan, dan kepadatan harus dilakukan secara integratif agar produksi dapat optimal. Hasil pengamatan kualitas air berdasarkan parameter suhu (°C) selama 14 minggu pemeliharaan ikan pada tiga perlakuan kepadatan berbeda, yaitu 90, 120, dan 150 ekor per m². Hasil pengamatan menunjukkan bahwa suhu air pada seluruh perlakuan secara konsisten berada pada 29,5°C.

Kata Kunci. Budidaya Ikan Patin, Pertumbuhan Ikan Patin.


Detail Information

Item Type
Skripsi
Penulis
WIDIA UMAR - Personal Name
Student ID
2113010003
Dosen Pembimbing
SUNADJI - 196504171992031002 - Dosen Pembimbing 1
Yulianus Linggi - 196512031995121001 - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Sunadji - 196504171992031002 - Ketua Penguji
Yulianus Linggi - 196512031995121001 - Penguji 1
Ade Yulita Hesti Lukas - 197907102006042002 - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
54243
Edisi
Published
Departement
Budidaya Perairan
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit UPT Perpustakaan Undana : Kupang.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
542.43 Uma P
Copyright
Individu Penulis
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail


SELAMAT DATANG DI REPOSITORY UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA